Beritasumut.com-Kanker serviks merupakan suatu penyakit yang berbahaya. Bahkan, dalam kurun waktu 10 tahun, penyakit mematikan ini dapat merenggut nyawa si penderitanya. Karenanya, dr Khairani Sukatendel SpOG, mengatakan, agar dapat berhati-hati terhadap penularan penyakit ini. Terutama akibat melakukan hubungan intim kepada partner seksualnya. "Diutamakan untuk pasangan yang bukan suami istri. Sebab berganti-ganti pasangan adalah resiko utama penyakit kanker serviks bagi wanita. Bahkan penyakit ini bisa merenggut nyawa penderitanya sepuluh tahun kemudian," ungkapnya, kepada wartawan, di Medan, Senin (24/04/2017). Untuk itu, Khairani mengimbau supaya para wanita bisa menjaga kesehatan tubuhnya. Sebab selain patner seksual, kanker ini juga dapat disebabkan oleh kurangnya kebersihan. Wanita jelas Khairani, harus lebih menjaga kondisi tubuhnya, seperti dengan selalu membersihkan organ kemaluannya, maupun rajin mengganti pakaian dalam. Begitupun, turut menjaga keseimbangan makanan yang sehat, berupa sayuran dan ikan. "Selain itu, melalui rokok juga banyak yang terjangkit virus ini, baik pasif maupun aktif. Sedangkan bagi wanita yang banyak anak, disebabkan terjadinya trauma di mulut rahim," jelasnya. Lebih lanjut, Khairani mengatakan, masyarakat terutama bagi para wanita harus mengenali apa yang dimaksud kanker serviks. Kanker yang satu ini awalnya tumbuh pada satu tempat, kemudian jika tidak cepat diketahui, maka menyebar dan merayap ke semua tubuh. Jika stadium satu terang dia, kanker ini masih berada disekitaran mulut rahim. Bila stadium dua, sudah mulai menjalar di mulut rahim dan bila sudah stadium tiga, mulai menyerang pinggul dan bila sudah stadium empat, sudah menyebar keseluruh tubuh. "Penyakit ini jika masih stadium satu maupun dua belum terlihat sakitnya. Sehingga diperlukan untuk segera melakukan deteksi dini kanker serviks dengan papsmear walaupun dengan biaya cukup mahal," ujarnya. Namun saat ini, sambung Khairani, sudah dikembangkan deteksi dini yang dapat dilakukan dimana saja, serta biayanya tidak terlalu mahal. Ia menambahkan, di Medan kanker serviks ini berada diurutan kedua penyakit mematikan, setelah itu kanker payudara. Oleh karenanya, agar bisa mendeteksi dini untuk kanker serviks maupun payudara. "jadi pasien dapat mengetahui cikal bakal kanker 10 tahun mendatang. Deteksi awal dengan alat iva, hasilnya dapat diketahui langsung jika positif. Untuk itu, segeralah periksakan ke Puskesmas terdekat. Selain biaya gratis, hal ini bisa menjadi edukasi untuk masyarakat agar terhindar dari kanker," pungkasnya.(BS07)