Inilah Daftar 10 Penyakit Penyebab Kematian di Sumatera Utara dan Indonesia

- Selasa, 18 April 2017 21:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir042017/1430_Inilah-Daftar-10-Penyakit-Penyebab-Kematian-di-Sumatera-Utara-dan-Indonesia-.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Beritasumut.com-Tren penyebab kematian saat ini didominanasi oleh Penyakit Tidak Menular (PTM). Menurut Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), Hery Valona R Ambarita, 10 penyebab kematian utama di Indonesia yaitu stroke 21,1%, penyakit jantung dan pembuluh darah 12,9%, komplikasi DM 6,7%, tuberkulosis 5,7%, komplikasi tekanan darah tinggi 5,3%, penyakit paru kronik 4,9%, hati 2,7%, kecelakaan lalulintas 2,6%, pneumonia 2,1% gabungan diare dan gastroentritis karena infeksi 1,9%.

 

“Faktor resiko PTM antara lain merokok, konsumsi alkohol, kurang aktifitas fisik, kurang konsumsi serat, obesitas, hipertensi, hiperkosterollemia dan hiperglikemia. Faktor resiko itu adalah faktor resiko bersama, dimana faktor resiko PTM dapat berkontribusi baik secara sendiri ataupun saling berinteraksi satu dengan lainnya. Sehingga dapat menyebabkan seseorang menderita satu atau lebih penyakit tidak menular,” sebut Hery, Selasa (18/04/2017).

 

Sedangkan di Sumut, sambung Hery, rangking proporsi kejadian 10 besar PTM tahun 2016 yaitu hipertensi 53,4%, DM 20,4%, asma bronkiale gestasional 7,3%, osteoporosis 6,4%, penyakit jantung koroner 3,6%, obesitas 2,6%, PPDK 2,3%, stroke (haemorragik dan non haemorragik) 2,0%, penyakit ginjal kronis 1,4% dan neoplasma 0,5%.

 

Menurutnya, terjadinya PTM dikarenakan masyarakat kurang peduli dengan PTM, tetapi lebih takut dengan penyakit menular seperti TB Paru, HIV/AIDS dan Hepatitis. Juga disebabkan perubahan pola gaya hidup.

 

Karenanya, Dinkes Sumut melalui bidang P2PTM, melakukan deteksi dini dan pemantauan faktor resiko pada masyarakat. Melakukan pelatihan kepada kader-kader di kabupaten/kota untuk melaksanakan deteksi dini PTM melalui Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) di seluruh desa.“Saat ini ada sekitar 400 Posbindu yang aktif untuk PTM dan akan terus ditambah setiap tahunnya," ujarnya.

 

Pemeriksaan PTM, sambung Hery, dilakukan kepada masyarakat umum di kabupaten/kota dan masyarakat khusus seperti di Mesjid dan Gereja. Diharapkan Dinkes kab/kota juga melalukan hal yang sama."Maka, adanya program pemerintah dengan adanya Germas salah satunya yaitu lakukan aktifitas fisik atau olah raga setiap hari minimal 30 menit. Konsumsi buah dan sayur dan lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin minimal 6 bulan sekali," pungkasnya.(BS03)

 


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

RSJ Prof Ildrem Siap Bertransformasi Menuju Rumah Sakit Jiwa yang Ramah dan Inklusif

Kesehatan

Transplantasi Solusi Terbaik Penyakit Ginjal Kronis

Kesehatan

Tindak Lanjut Dumas, Unit Reskrim Polsek Medan Tuntungan Amankan 1 Unit Mesin Judi Tembak Ikan

Kesehatan

Rumah Sakit Adam Malik Lakukan Penyesuaian Jadwal Pelayanan Selama Ramadan

Kesehatan

Bos PT Bumi Resources Dileep Srivastava Meninggal Dunia

Kesehatan

Pemko Medan Sambut Baik Barlangsungnya Hospital Leader Roundtable