Penderita Biopolar Alami Suasana Perasaan Ekstrem

Herman - Rabu, 05 April 2017 03:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir042017/4123_Penderita-Biopolar-Alami-Suasana-Perasaan-Ekstrem.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ilustrasi
Beritasumut.com-Dr dr Elmeida Effendy MKed SpKJ (K), mengatakan, penderita bipolar akan mengalami suasana perasaan sangat ekstrem. Pada episode manik dijumpai gejala berupa peningkatan mood dan energi, terlalu bersemangat, banyak bicara, mengubah satu topik ke topik lainnya dengan cepat, ide kebesaran, dorongan seks berlebihan, sangat sedikit tidur, melakukan kegiatan berisiko dan bisa mendengar suara misterius atau melihat hal-hal aneh.

 

"Sedangkan, pada episode depresi, penderita mengalami penurunan mood murung, sedih, mudah lelah, menarik diri, tidak bersemangat, sulit berkonsentrasi, malas

merasa tidak berharga dan berusaha bunuh diri," sebutnya, Selasa (04/04/2017).

 

Ia menuturkan, episode manik bisa terjadi selama seminggu. Sedangkan, episode depresi terjadi lebih dari dua minggu. Kedua episode ini dapat terjadi beberapa tahun sekali atau beberapa kali setahun.  

 

Sampai saat ini, penyebab bipolar belum teridentifikasi secara jelas. Beberapa faktor diketahui berkontribusi, di antaranya, faktor biologik (ketidakseimbangan zat neurokimiawi otak), genetik, lingkungan (kejadian trauma masa kecil atau mengalami peristiwa kehilangan) dan faktor risiko (stresor tinggi).

 

"Jika memiliki gejala periode mood yang terjadi dalam jangka panjang, merasa agresif dan konfrontasional, berkeinginan mencelakai diri sendiri, bunuh diri atau orang lain, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter," imbaunya.

 

Menurutnya, pemilihan pengobatan sangat ditentukan kondisi pasien. Banyak penderita gangguan bipolar hidup tanpa mendapatkan perawatan.

 

Psikoterapi dengan psikiater atau konselor banyak memberikan manfaat. Obat yang digunakan untuk mengobati bipolar dikelompokkan sebagai obat penstabil suasana perasaan (mood stabilizer). Lalu, bisa ditambahkan dengan antidepresan dan antipsikotik. Prinsip kerja obat-obat ini menghambat dan mengatur zat kimia tertentu di otak.

 

"Obat mood stabilizer bekerja mengatur suasana hati, mencegah tingkat tertinggi dan terendah yang ekstrem dari gangguan bipolar. Jenis obat ini antara lain litium, sodium valproat. Antipsikotik membantu mengurangi gejala psikosis seperti delusi dan halusinasi," bebernya.

 

Elmeida menyebutkan, perawatan bipolar dengan penyalahgunaan zat tertentu diperlukan hospitalisasi. Terutama, jika penderita berkeinginan melukai diri sendiri, bunuh diri atau melukai orang lain. 

 

"Melapor segera ke dokter atau orang yang dipercaya. Istirahat dan tidur cukup. Lakukan aktivitas fisik rutin dan teratur, akhiri hubungan tidak membahagiakan dan penggunaan zat terlarang," pungkasnya.(BS07)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Penderita Bipolar Cenderung Enggan Berobat