Beritasumut.com-Gangguan bipolar memang bisa diderita oleh siapa saja. Namun sayangnya, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Sumatera Utara (Sumut), dr Mustafa M Amin MKedKJ MSc SpKJ (K) mengatakan, setelah sadar mengalami kelainan, pada umumnya, penderita gangguan jiwa ini cenderung jarang mau berobat ke psikiater ataupun dokter jiwa. Selain itu menurut dia, tingkat pendidikan yang tinggi juga mempengaruhi seseorang untuk datang berobat. Apalagi jika penderita sedang dalam kondisi depresi. "Kenali gejala penyakit bipolar. Penderita biasanya bisa mengalami episode manik atau hipomanik dan episode depresi," katanya kepada wartawan, Selasa (04/04/2017). Mustafa mengatakan, saat episode depresi, beberapa pasien sadar dirinya butuh pengobatan dan datang mencari psikiater. Namun, sebagian lainnya, masih banyak sekali berpikir dirinya tidak sakit, padahal menurut keluarganya sudah sangat mengganggu. "Untuk episode manik maupun depresi, butuh waktu kurang lebih enam sampai delapan bulan pengobatan bagi orang yang baru pertama kali mengalaminya," ujarnya. Ia menyampaikan, pengobatan sebaiknya terus-menerus dilakukan selama enam hingga delapan bulan. Selanjutnya, jika dokter mengatakan dosisnya sudah bisa diturunkan, maka pengobatan dihentikan. "Setiap tahun, kami memperingati Hari Bipolar Sedunia pada 30 Maret. Tujuannya guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit bipolar. Sampai saat ini, belum ada data pasien bipolar di Indonesia, khususnya Sumut," terangnya.(BS07)