Penderita Bipolar Cenderung Enggan Berobat

Herman - Rabu, 05 April 2017 02:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir042017/8625_Penderita-Bipolar-Cenderung-Enggan-Berobat.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ilustrasi
Beritasumut.com-Gangguan bipolar memang bisa diderita oleh siapa saja. Namun sayangnya, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Sumatera Utara (Sumut), dr Mustafa M Amin MKedKJ MSc SpKJ (K) mengatakan, setelah sadar mengalami kelainan, pada umumnya, penderita gangguan jiwa ini cenderung jarang mau berobat ke psikiater ataupun dokter jiwa.

 

Selain itu menurut dia, tingkat pendidikan yang tinggi juga mempengaruhi seseorang untuk datang berobat. Apalagi jika penderita sedang dalam kondisi depresi.

 

"Kenali gejala penyakit bipolar. Penderita biasanya bisa mengalami episode manik atau hipomanik dan episode depresi," katanya kepada wartawan, Selasa (04/04/2017).

 

Mustafa mengatakan, saat episode depresi, beberapa pasien sadar dirinya butuh pengobatan dan datang mencari psikiater. Namun, sebagian lainnya, masih banyak sekali berpikir dirinya tidak sakit, padahal menurut keluarganya sudah sangat mengganggu.

 

"Untuk episode manik maupun depresi, butuh waktu kurang lebih enam sampai delapan bulan pengobatan bagi orang yang baru pertama kali mengalaminya," ujarnya.

 

Ia menyampaikan, pengobatan sebaiknya terus-menerus dilakukan selama enam hingga delapan bulan. Selanjutnya, jika dokter mengatakan dosisnya sudah bisa diturunkan, maka pengobatan dihentikan.

 

"Setiap tahun, kami memperingati Hari Bipolar Sedunia pada 30 Maret. Tujuannya guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit bipolar. Sampai saat ini, belum ada data pasien bipolar di Indonesia, khususnya Sumut," terangnya.(BS07)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Penderita Biopolar Alami Suasana Perasaan Ekstrem