Beritasumut.com-Hingga saat ini, kedua bayi kembar siam asal Kisaran dan Binjai masih terus mendapatkan perawatan yang intensif dari Rumah Saya Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan. Meski begitu, tim dokter yang menangani kedua bayi kembar siam tersebut mengakui bahwa pihaknya masih belum bisa memastikan kapan jadwal operasi pemisahan akan diambil mereka. "Tim dokter sampai saat ini belum memutuskan kapan waktu operasi pemisahan dilakukan," ungkap Sekretaris tim dokter yang menangani kedua pasang bayi kembar siam, dr Rizky Adriansyah SpA(K) kepada wartawan, di Medan, Senin (03/04/2017). Rizky menjelaskan, operasi kemungkinan baru bisa dilakukan saat bayi berusia tiga bulan, enam bulan atau malah satu tahun. Sejauh ini, tim dokter belum menemukan kata sepakat dalam pengambilan waktu operasi pemisahan tersebut. "Yang terpenting saat ini adalah nutrisi dan perawatan bayi," katanya. Begitupun, lanjut Rizky, kondisi kedua pasang bayi kembar siam itu dalam kondisi yang stabil. Sejauh ini, ia mengaku pihaknya belum menemukan kendala berarti bagi kondisi medis kedua bayi. "Sampai saat ini, semuanya berjalan sesuai standar pelayanan di RSUP Haji Adam Malik," tegasnya. Sebelumnya, Rizky juga mengatakan, operasi pemisahan hanya akan dilakukan pada bayi kembar siam asal Kisaran berjenis kelamin perempuan yang mengalami perlengketan dibagian dadanya. Sementara, bagi bayi kembar siam asal Binjai berjenis kelamin laki-laki, dengan kepala dua, operasi pemisahan ini tidak akan dilakukan. Namun, untuk bayi kembar Siam berjenis kelamin laki-laki ini, pihak RSUP Haji Adam Malik sudah melakukan operasi pembuatan anus. Sampai saat ini, Rizky menyebutkan, bayi tersebut juga masih tetap menggunakan infus.(BS07)