Beritasumut.com-Dr dr Binarwan Halim MKed (OG) SpOG (K) FICS (OBGYN) mengungkapkan polusi udara yang begitu hebat akibat gencarnya proses industrialisasi membawa dampak yang tidak baik untuk kesehatan. Terlebih, kata dr Binarwan, hal tersebut bisa memicu ketidaksuburan bagi pasangan suami istri (pasutri), sehingga banyak yang sudah menikah selama belasan tahun, namun tidak memiliki anak. Sebagai upaya penanganan ketidaksuburan Pasutri, kata Binarwan, dapat dilakukan dengan beberapa langkah. Di awali dengan konsumsi obat-obatan sebanyak 12 kali, inseminasi selama tiga sampai enam kali dan cara terakhir adalah bayi tabung."Jika penanganan ketidaksuburan melewati dosis yang ditentukan maka harus berlanjut ke cara yang lebih tinggi. Misalnya, konsumsi obat-obatan tidak berpengaruh, maka beralih ke inseminasi atau bayi tabung," terangnya kepada wartawan, Senin (20/03/2017). Namun, upaya inseminasi kata Binarwan juga tetap berefek samping. Keberhasilan inseminasi 20 hingga 25 persen tergantung usia calon ibu dan ayah."Komplikasinya juga bisa menghasilkan anak kembar," jelasnya. Lebih jauh Binarwan menyebutkan, inseminasi juga menyebabkan Ovarian hyperstimulation syndrome (OHSS) atau efek yang dirasakan tubuh akibat penggunaan obat-obatan hormonal untuk merangsang perkembangan sel-sel telur di dalam ovarium. Obat-obatan berbentuk suntikan itu biasanya diresepkan untuk mengatasi masalah kemandulan."Kondisi ini dapat terjadi selama seminggu atau lebih," pungkasnya. (BS03)