Beritasumut.com-Dr dr Binarwan Halim MKed (OG) SpOG (K) FICS (OBGYN) mengungkapkan polusi udara yang begitu hebat akibat gencarnya proses industrialisasi membawa dampak yang tidak baik untuk kesehatan. Terlebih, kata dr Binarwan, hal tersebut bisa memicu ketidaksuburan bagi pasangan suami istri (pasutri), sehingga banyak yang sudah menikah selama belasan tahun, namun tidak memiliki anak. "Perempuan dan laki-laki banyak mengalami ketidaksuburan karena faktor ini. Produk makanan yang sudah teracuni pestisida juga memicu hal yang sama," ujar dr Binarwan, Senin (20/03/2017). Binarwan menjelaskan, akibatnya dari kedua faktor ini telah menyebabkan produksi sperma menurun. Dulu, seorang pria mampu menghasilkan 120 juta/cc. Tapi saat ini, pria hanya mengeluarkan 15 juta/cc saja.Selain itu, ia juga mengatakan, ketidaksuburan ini juga disebabkan hal lain, seperti konsumsi alkohol, rokok, seks tidak aman dan mandi air panas. "Untuk perempuan, sel telur yang dihasilkan juga sedikit. Bahkan ada yang sulit menghasilkan sel telur. Dalam sekali produksi ada 500 ribu sel telur yang dihasilkan indung telur pada organ reproduksi wanita," jelasnya. Ia menyebutkan, ketidaksuburan wanita disebabkan tidak berevolusi, endometriosis, tuba tersumbat, rahim bermasalah seperti miom, kista, polip, adhesi dan serviks ada mengalami polip, berlendir, kanker dan infeksi. Kesuburan ditandai dengan rahim harus sehat dan indung telur menghasilkan sel telur. "Kesuburan ditentukan dari usia ibu. Wanita sebaiknya mengurangi konsumsi makanan cepat saji, sayur-sayuran mengandung pesti-sida tinggi dan menghindari gaya hidup bebas. Usia lebih muda berpotensi hamil lebih baik karena produksi sel telur masih aktif," terangnya. Sedangkan pada ibu di atas usia 35 tahun, masa kesuburan hanya bisa ditunggu selama setengah tahun. Jika dalam waktu itu tidak bisa hamil, sebaiknya segera mengecek ke dokter kandungan."Jika perempuan ada memiliki bekas operasi perut bagian bawah, maka 30 persen hingga 50 persen kondisi ini berisiko menimbulkan perlengkatan di sekitar rahim dan sulit hamil," pungkasnya. (BS03)