Dinyatakan Haram, Sepanjang 2016 Sudah 13.263 Warga Sumut Gunakan Vasektomi dan Tubektomi

- Sabtu, 18 Maret 2017 06:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir032017/5810_Dinyatakan-Haram--Sepanjang-2016-Sudah-13-263-Warga-Sumut-Gunakan-Vasektomi-dan-Tubektomi.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Meskipun Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan penggunaan alat kontrasepsi (Alkon) KB vasektomi dan KB tubektomi haram, namun di Sumatera Utara (Sumut) angka penggunaannya ternyata sudah begitu tinggi.

 

Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumut, sepanjang tahun 2016, sebanyak 13.263 warga di Sumut sudah menggunakan kedua alkon tersebut, masing-masing, sebanyak 11.087 wanita, menjadi peserta KB baru jenis Medis Operasi Wanita (MOW) atau dikenal tubektomi, dan 2.176 pria menjadi peserta KB Baru jenis Medis Operasi Pria (MOP) atau dikenal vasektomi.

 

Dari jumlah itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sumut Temazaro Zega mengatakan, jika daerah paling banyak peserta KB baru jenis MOW adalah kota Medan berjumlah 2.564, disusul Pematang Siantar berjumlah 1.297 dan Deli Serdang yang berjumlah 918. Sementara untuk daerah paling banyak peserta KB baru jenis MOP, disebut Temazaro juga adalag Kota Medan yakni 1.001 disusul Deli Serdang berjumlah 318 dan Pematang Siantar berjumlah 140.

 

"Kalau peserta KB Baru dengan seluruh jenis KB tahun 2016, berjumlah 350.48. Sementara tahun 2017 sampai Februari, berjumlah 60.066," jelas Temazaro ketika dikonfirmasi, Jumat (17/03/2017). 

 

Lebih lanjut, Temazaro mengatakan, jumlah pencapaian peserta KB Baru jenis MOP tahun 2016, sudah melebihi dari Permintaan Pada Masyarakat (PPM) atau target yang berjumlah 1.800. Sementara untuk peserta KB Baru jenis MOW tahun 2016, disebut Temazaro hampir mendekati PPM atau target yang berjumlah 15.010.

 

Disinggung soal data tahun 2015, Temazaro mengakui jika peserta KB Baru jenis MOW berjumlah 8.876. Sementara untuk peserta KB Baru jenis MOP tahun 2015, disebut Temazaro berjumlah 2.617.

 

Oleh karena itu, ia mengatakan, dalam KB jenis MOW mengalami kenaikan di tahun 2016, sementara KB jenis MOP, mengalami penurunan. "Untuk pencapaian peserta KB Baru segala jenis KB tahun 2015 berjumlah 289.721. Berarti pencapaian kita dari PPM 344.741, sudah 84%. Sementara bila dilihat pencapaian di tahun 2016, berarti terjadi peningkatan," jelasnya.

 

Sebelumnya, pemerintah memang mencoba kembali menggalakkan program KB guna mengendalikan lonjakan jumlah penduduk, selain untuk mengejar bonus demografi di tahun 2030.

 

Namun begitu, MUI mengaku, tidak semua Alkon KB direkomendasikan pihaknya untuk digunakan dalam mengendalikan jumlah kelahiran anak. Pelarangan dilakukan pada KB vasektomi dan juga KB tubektomi."MUI memang memperbolehkan program KB, asalkan tidak bertentangan dengan hukum Islam. Tetapi, untuk vasektomi dan tubektomi MUI tidak merekomendasikannya. Tidak merekomendasikan artiannya haram," tegas Ketua MUI Cabang Medan Prof Mohammad Hatta.

 

"Jika seseorang sudah terlanjur memakai KB vasektomi dan KB tubektomi, sebaiknya agar segera bertaubat dan merehabilitasi diri," sambungnya menghimbau. (BS03)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Pertamina Sumbagut Gandeng BKKBN Dukung Pembangunan Keluarga dan Kesejahteraan Pekerja

Kesehatan

Forum SMAN 1 Panti Angkatan VII Agendakan Berbagai Program Jelang Reuni Akbar

Kesehatan

Reses DPR ke Polres Pematangsiantar, Hinca Pesankan ini ke AKBP Sah Udur

Kesehatan

Serahkan Piala Juara Liga 4, Gubernur Harapkan Sepakbola Sumut Makin Berkembang

Kesehatan

Gubernur Sumut Gandeng USU Wujudkan Kolaborasi Sumut Berkah

Kesehatan

Walikota: Mari Kuatkan Niat, Ikhtiar, dan Ikhlas Membangun Medan