Beritasumut.com-Mengantisipasi gizi buruk pada anak, dapat dimulai sejak janin masih di dalam kandungan. Oleh karena itulah, ibu hamil diminta memenuhi asupan kecukupan gizi sejak awal kehamilan.Pasalnya, kehamilan menjadi masa paling penting untuk memenuhi asupan gizi hingga anak dilahirkan dan menjalani masa tumbuh kembang. Makanan harus memenuhi kecukupan karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. "Kalau janinnya cukup gizi, maka ketika dilahirkan dalam kondisi normal. Namun tidak menjamin ketika sudah lahir, bayi tidak menderita gizi buruk. Asupan kecukupan makanan harus tetap diperhatikan selama masa tumbuh kembang," ujar Ahli gizi Kota Medan, Sairi M Saragih kepada wartawan, Kamis (23/02/2017). Pengetahuan tentang angka kecukupan gizi jelas Sairi, dapat diperoleh ibu hamil di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di setiap kecamatan. Ibu hamil juga diwajibkan memeriksa masa kehamilan rutin dan memantau berat badan normal. Sairi menyebutkan, kebutuhan wanita normal umumnya 2000 sampai 2500 kalori per hari. Namun, setelah hamil bisa mencapai 3000 kalori lebih."Beberapa indikator gizi buruk dapat diketahui ketika ibu dalam masa kehamilan. Kalau ibu kekurangan gizi, saat bayinya lahir berat badan keduanya bisa tidak normal," jelasnya. Saat keduanya tidak memenuhi asupan yang sesuai, lanjut dia, ketika melahirkan akan terjadi perdarahan, prematur dengan barat badan kurang dari 2,5 kilogram. Hal ini bisa jadi indikator awal gizi kurang dan gizi buruk. Menurutnya, kebutuhan empat sehat lima sempurna bukan berarti makanan harus mahal. Banyak makanan pengganti yang kebutuhannya sama, namun harganya lebih terjangkau."Setelah masa kelahiran, anak di bawah lima tahun (balita) rentan terhadap gizi buruk. Hal itu disebabkan ibu tidak memperhatikan asupan makan anak dan hanya menuruti kemauan anaknya saja," pungkasnya. (BS03)