Kartu PBI Tidak Aktif, Nenek Tunanetra Terpaksa Bayar Perobatan

Herman - Senin, 20 Februari 2017 08:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir022017/5298_Kartu-PBI-Tidak-Aktif--Nenek-Tunanetra-Terpaksa-Bayar-Perobatan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Meski awalnya sempat merasa senang ketika menerima kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Penerima Bantuan Iuran (PBI) pada 2015 lalu, namun Daliana Hasibuan (59) warga Jalan Tani Asli, Gang Melati, Desa Tanjung Gusta, Sunggal Deli Serdang terpaksa harus menanggung kecewa.

 

Pasalnya, kartu PBI yang dimilikinya tersebut ternyata tidak aktif, sehingga janda yang menderita tunanetra tersebut harus mengeluarkan biaya untuk perobatannya.

 

Daliana sendiri memperoleh kartu PBI itu dari kepala Dusun tempatnya bermukim sebanyak 3 buah, yakni untuk dirinya dan kedua anaknya yang masing-masing bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) dan penarik becak. Akibatnya, mereka harus mengeluarkan biaya mahal saat kartu itu dibawa untuk berobat di RS Sundari, Jumat (03/02/2017) lalu lantaran Daliana mengalami sakit stroke ringan.

 

Mahdiana Nasution, anak sulung Daliana kepada wartawan, Minggu (19/02/2017) menceritakan, sebetulnya pihaknya sempat tidak berani membawa ibunya untuk berobat karena khawatir dengan biaya yang akan ditanggung akan cukup mahal. Namun karena teringat memiliki kartu BPJS Kesehatan dan sebagian keluarga menyarankan agar ibunya dibawa ke RS, akhirnya ia memberanikan diri untuk membawa ke RS.

 

Malang, ketika mendaftar ke RS Sundari, pihak BPJS Kesehatan yang ada di RS tersebut menyatakan kartunya tidak aktif. Bingung, sedih, cemas dan marah menyelimutinya, namun untuk membawa pulang Ibunya menurutnya sudah tidak mungkin.

 

“Akhirnya tetap berobat di RS Sundari, dan biaya yang dikenakan sekitar Rp 2.077.000. Biaya itu terpaksa meminjam ke keluarga. Kalau kami tentu tidak ada, karena untuk makan sehari-hari saja kami kesulitan,” katanya.

 

Mahdiana juga mengakui tidak bisa berbuat banyak, karena jika mendaftar peserta BPJS Kesehatan Mandiri, ia khawatir kelak tidak sanggup membayar iuran setiap bulannya. Karena penghasilan yang tidak menetap dan kondisi ekonomi kurang mampu.

 

Karena itu, keluarga berharap agar kartu BPJS PBI yang diberikan pemerintah tersebut dapat aktif seperti seharusnya agar bisa dimanfaatkan. Apalagi saat ini ibunya butuh pengobatan.

 

“Belum berani bawa ibu berobat, takut biaya mahal, biaya semalam saja masih utang. Makanya kita berharap kartu BPJS Kesehatan PBI itu bisa aktif,” ujarnya.(BS07)

 


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Manfaat Jaminan Kematian & Beasiswa kepada 16 Ahli Waris P3K Paruh Waktu

Kesehatan

BPJS Ketenagakerjaan: Keluarga Personel Satpol PP Medan Dapat Santunan

Kesehatan

BPJS Kesehatan Pastikan Akses Layanan JKN Tetap Terbuka Selama Libur Lebaran

Kesehatan

17 Juta Peserta Nunggak Iuran BPJS Kesehatan

Kesehatan

Menkes Tegaskan Iuran BPJS Kesehatan Harus Naik, Ini Alasannya

Kesehatan

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online Lewat HP, Lengkap dengan Syaratnya