Beritasumut.com-Direktur Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUPHAM) Bambang Prabowo mengaku guna memperoleh akreditasi Joint Comission International (JCI) hingga saat ini persiapan yang telah dilakukan di rumah sakit yang dipimpinnya mencapai 70 persen. "Kalau persiapan fisik, saat ini sudah sekitar 70 persen. Jadi lima bulan kedepan, mungkin sudah ready," ungkap Bambang kepada wartawan, Senin (13/02/2017). Bambang menjelaskan, kendala yang masih ada dalam perolehan JCI ini, ialah dalam pembenahan ruang bedah yang belum selesai. Hal itu, disebabkan adanya keterlambatan dalam jadwal pelelangan untuk pelaksanaannya.Selain itu, lanjut Bambang, sebagai RS pendidikan, RS Haji juga diharuskan berkordinasi dan berinteraksi dengan FK USU. Dan inilah sebut dia, yang juga sedang dilakukan tahap persiapannya."Targetnya, pada September tahun 2017 ini, kita sudah bisa mendapatkan akredutasi JCI itu," sebutnya. Bambang mengakui, dari 10 RS rujukan nasional yang ada di Indonesia, berupa 8 RS pusat dan 2 RS daerah, hanya RSUPHAM sebagai RS vertikal yang belum terakreditasi JCI. Padahal, syarat menjadi RS rujukan nasional, kata dia, harus terakreditasi internasional."Kalau sudah terakreditasi, maka akan ada kebanggaan dan kepercayaan," ujarnya. Begitupun, Bambang menerangkan akreditasi JCI hampir sama dengan akreditasi KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit). Meski, KARS sifatnya ditujukan sebagai akreditasi nasional yang merupakan tahap menuju internasional."Yang terpenting, akreditasi ini harus mampu dipertanggungjawabkan. Karena, dalam kurun waktu tertentu akan dilakukan evaluasi. Jika ternyata ada penurunan, maka bisa saja akreditasi yang diperoleh bisa dicabut," pungkasnya.(BS03)