Beritasumut.com-Setiap 60 detik, 1 orang anak di seluruh dunia menjadi buta. Padahal 80 persen dari penyebab kebutaan pada anak ini sebenarnya bisa dicegah melalui pemeriksaan dan tindakan segera. Karena itu, deteksi dini white pupil (pupil putih) menjadi hal yang sangat penting dalam pencegahan kebutaan pada anak. Demikian pernyataan Menteri Kesehatan RI, Prof Dr dr Nila Farid Moeloek Sp M(K), saat menghadiri pencanangan Kampanye Pupil Putih atau White Pupil Campaign."Mata itu adalah indera yang utama," ujar Menkes dilansir dari laman resmi depkes.go.id, Rabu (08/02/2017). Gangguan penglihatan apalagi kebutaan pada anak, lanjut Menkes, menimbulkan dampak yang sangat besar pada kehidupan dan masa depan anak itu sendiri"Gangguan ketajaman mata atau gangguan refraksi banyak dialami anak-anak bisa mengganggu prestasi belajar mereka," terang Menkes. Menkes menambahkan, melalui kampanye pupil putih ini diharapkan masyarakat lebih mengetahui, menyadari sehingga mampu melakukan deteksi dini adanya katarak, bahkan retinoblastoma di dalam mata seorang anak. Retinoblastoma merupakan tumor ganas mata yang sering terjadi pada anak. Leukocoria (pupil putih) atau seperti mata kucing merupakan tanda klinis awal yang tersering ditemukan oleh orang tua atau orang-orang di sekitar pasien. Insidensi retinoblastoma berkisar 1:16.000 dan 1:18.000 kelahiran hidup. "Terlihat warna putih pada pupil matanya, seperti mata kucing. Lebih jelas bila pada kondisi ruangan redup/gelap atau pada saat terkena flash lampu kamera," jelas Menkes. Menurut Menkes, white pupil ini merupakan tanda bahaya. Bukan hanya dapat mengancam penglihatan namun juga mengancam kehidupan (nyawa) seseorang."Pendekatan keluarga dalam deteksi dini ini sangat penting. Jika ditemukan tanda white pupil ini atau gangguan penglihatan lainnya, segera periksakan anggota keluarga ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk dilakukan tindakan guna menghindarkan dari risiko kebutaan," pungkas Menkes.(BS02)