Beritasumut.com-Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Medan drg Usma Polita mengungkapkan di sepanjang tahun 2016 lalu, kasus gizi buruk yang ditemukan di kota Medan mencapai angkap 120 kasus. Meksi begitu, Kadinkes menegaskan jika angka tersebut masih berada di bawah batas ambang endemis. Sebagai upaya penanggulangan, Usma mengaku pihaknya segera membentuk tim buru sergap (buser) gizi buruk. Tim ini rencananya melibatkan institusi pendidikan (Fakultas Kedokteran dan kesehatan masyarakat), sehingga Dinkes akan mendapat data valid untuk gizi buruk dan gizi kurang. "Gizi buruk leading sektornya memang tanggung jawab Dinkes. Tetapi kita juga harus berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan untuk menangani kasus ini agar benar-benar selesai faktor penyebabnya," jelasnya kepada wartawan, Senin (06/02/2017). Misalnya, terang Usma, bagaimana kondisi ekonomi masyarakat setelah Dinas terkait membantu asupan gizi anak, kemudian kelanjutan orangtua memenuhi makanan anaknya. Selama ini, pihaknya membantu dengan memenuhi kebutuhan pokok, misalnya beras."Bantuan tambahan makanan yang diberikan akan dimonitoring. Kita perhatikan apakah yang diperhatikan anak gizi buruknya saja atau ekonomi keluarga secara komperhensif. Dengan pola pikir keluarga yang belum teredukasi akan kita berikan pemahaman," pungkas Usma.(BS03)