LAPK Minta BPOM Serius Tangani Penjualan Obat Online

- Senin, 06 Februari 2017 21:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir022017/8248_LPAK-MInta-BPOM-Serius-Tangani-Penjualan-Obat-Online.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Obat
Beritasumut.com-Terkait maraknya penjualan obat secara online dewasa ini, Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen (LAPK) menilai Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) harus dapat menyikapinya dengan serius. Kondisi ini, pasalnya dianggap dapat menjadi celah bagi peredaran obat ilegal. Hal ini diungkapkan Sekretaris LAPK Sumut, Padian Adi Siregar. 

 

"BPOM harus turun tangan. Supaya hal-hal yang tidak di inginkan sampai terlebih dahulu terjadi. Karena obat online banyak beredar sekarang. Jangan nanti sampai seperti pemadam kebakaran, ketika ada persoalan di situ baru mereka turun," ungkap Padian kepada wartawan, Senin (06/02/2017).

 

Padian menjelaskan, memang dalam mekanisme penjualan tidak ada masalah dengan obat online ini. Namun, yang menjadi permasalahan, kata dia, apakah obat yang beredar di dunia maya tersebut benar sudah terverifikasi atau malah tidak. "Karena obat online ini umumnya datang dari luar negeri. Sehingga menjadi celah untuk obat ilegal jika tidak terverifikasi," jelasnya.

 

LAPK dalam hal ini, menurut Padian, juga memandang pengusaha obat online kurang memberikan informasi kepada konsumen. Seperti tidak menjelaskan apa efek samping dari obat tersebut. "Kemenkes juga harus bisa memastikan agar konsumen dapat terlindungi," tegasnya.

 

Sementara itu, Kepala Perwakilan Ombudsman Sumut, Abyadi Siregar menyebutkan, benteng terakhir untuk mengantisipasi obat ilegal tentunya ialah BPOM. Karena, kelayakan obat untuk dijual kemasyarakatan harus mendapatkan rekomendasi dari mereka. "Makan obat itu pastinya harus dengan petunjuk dokter. Jangan niatnya ingin menjaga kesehatan tapi malah sakit. Jadi harus lebih hati-hati," ujarnya.

 

BPOM sendiri sebut Abyadi harus dapat mengontrol peredaran obat online itu. Sebab, BPOM sebutnya, sudah menjadi tugasnya harus memberikan rasa keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat dan konsumen. "Teknisnya BPOM lebih mengetahui. Tinggal mereka harus lebih berinovasi dan berkreatif dalam melakukan pengawasannya," pungkasnya.

 

Terpisah, Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan Ali Bata Harahap saat dikonfirmasi mengaku belum bisa memberikan keterangannya. Dia mengaku masih memiliki kesibukan untuk beberapa hari ke depan. (BS03)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

SSB Tunas Muda Medan Raih Juara II dan III Al Academy Cup

Kesehatan

Gerebek Sarang Narkoba Rel Tembung, Polrestabes Medan Tangkap Enam Orang

Kesehatan

Sarang Narkoba di Medan Sunggal Digerebek, 11 Paket Sabu dan Ganja Disita

Kesehatan

Perkuat Budaya Hidup Sehat, HiLo Gelar Olahraga Bersama Komunitas Lari di Medan

Kesehatan

Kabut Asap Selimuti Medan, Pertamina Sumbagut Bagikan 2.200 Masker

Kesehatan

Polisi Tembak Dua Spesialis Curanmor