Lawan Penyakit, Orang Dewasa Perlu Imunisasi Tambahan

- Rabu, 01 Februari 2017 06:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir012017/6692_Lawan-Penyakit--Orang-Dewasa-Perlu-Imunisasi-Tambahan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Imunisasi.
Beritasumut.com-Bagi sebagian orang, imunisasi lengkap sangat penting dilakukan. Ini karena sebagian orang tidak mempan diberi serum jika sudah mengalami sakit. Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang Pelayanan Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut), N G Hikmet.

 

Selain itu, tambah Hikmet, imunisasi tambahan (booster) juga penting dilakukan bagi orang dewasa. Hal itu dilakukan, karena sistem imun pribadi dari masing-masing orang, sebutnya berbeda-beda.

 

Hikmet mengatakan, imunisasi yang lengkap sejatinya harus diberikan sebanyak enam kali sejak masih kecil. Tiga kali saat masih balita dan tiga kali saat usia sekolah dasar, namun jika memerlukan imunisasi tambahan bisa dilakukan sekali lagi saat dewasa."Kalau dewasa, umumnya daya tahan tubuh sudah cukup melawan difteri, kuman dan lainnya. Dengan catatan, memang imunisasi saat masih anak-anak sudah lengkap," ujarnya kepada wartawan, Selasa (31/01/2017).

 

Meski begitu, Hikmet menjelaskan, Dinas Kesehatan Sumut tidak ada melaksanakan program imunisasi ulangan itu. Bahkan ujar dia, Kementerian Kesehatan juga tidak mencanangkan kegiatan tersebut.Menurutnya, imunisasi lengkap sangat penting karena sebagian orang tidak mempan diberikan serum jika sudah sakit. "Ada pula yang bisa sembuh namun dapat kambuh lagi dan kadang menularkan orang lain serta menginfeksi dirinya sendiri," ucapnya.

 

Khusus wanita usia subur, sambungnya, biasanya diberikan imunisasi tambahan Tetanus Difteri (TD). Sebelumnya vaksin ini bernama Toksoid Tetanus (TT). Tujuannya agar terhindar dari tetanus dan kuman difteri saat terjadi luka ketika sudah menikah."Sebenarnya, imunisasi tambahan memang tidak untuk semua lapisan masyarakat. Hanya yang membutuhkan saja," tuturnya.

 

Ia menyampaikan, setiap Puskesmas dan Posyandu seharusnya menyelenggarakan imunisasi rutin. Setiap daerah berbeda jadwalnya sesuai mobilitas penduduk.Masyarakat hendaknya berbondong-bondong membawa balitanya untuk melengkapi imunisasi."Sebagian masyarakat menganggap imunisasi buang-buang waktu dan hanya proyek pemerintah. Itu pola pikir yang perlu kita ubah. Dari tingkat kelurahan harus bisa mengimbau dan menginformasikan," jelasnya.

 

Sebelumnya, dokter anak di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, dr Hendri Wijaya MKed (Ped) SpA menyebutkan, imunisasi tambahan (booster) sangat penting. Imunisasi yang lengkap pun kekebalannya akan menurun selama 10 tahun sesudah dosis terakhir, sehingga perlu dosis ulangan.

 

"Kita anjurkan orangtua melengkapi imunisasi anaknya sejak dini. Lakukan imunisasi ulangan untuk meningkatkan imunitas. Orang dewasa juga tidak ada salahnya melakukan booster," pungkasnya. (BS02)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Transplantasi Solusi Terbaik Penyakit Ginjal Kronis

Kesehatan

Tindak Lanjut Dumas, Unit Reskrim Polsek Medan Tuntungan Amankan 1 Unit Mesin Judi Tembak Ikan

Kesehatan

Terdeteksi 36 Kasus Kusta di Kota Medan, Dinkes Upayakan Kejar Eliminasi Tahun 2030

Kesehatan

Dinkes Medan Evaluasi Pelaksanaan Deteksi Dini terhadap Penyakit Tidak Menular

Kesehatan

Meski Belum Ada Temuan di Medan, Dinkes Medan Imbau Masyarakat Waspada Monkeypox

Kesehatan

Resmikan DSA Radiologi Intervensi by Terawan, Walikota Medan: Beri Kepastian Dalam Diagnosa dan Penanganan Penyakit