Beritasumut.com-Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP Haji Adam Malik Medan merawat dua orang anak asal Provinsi Aceh, MA (15) dan AB (15) yang diduga telah terinfeksi penyakit difteri.Kedua pasien ini berasal dari satu pesantren. MA masuk ke RS pada Sabtu (21/01/2017) lalu, dan AB sehari sebelumnya, yakni pada Jumat (20/01/2017). Hingga kini, RSUP H Adam Malik belum dapat memastikan kondisi dari kedua pasien tersebut apakah betul telah terinfeksi bakteri difteri. Pasalnya, rumah sakit tersebut masih belum memperoleh hasil pemeriksaan laboratorium yang sudah mereka kirimkan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes). "Kita belum tahu apakah positif atau tidak pasien menderita difteri. Saat ini kita masih tunggu laporannya dari Kemenkes," ungkap Kassubag Humas RSUP H Adam Malik, Masahadat Ginting, Rabu (25/1). Masahadat menjelaskan jika kondisi kedua pasien saat ini sudah mulai membaik dari sebelumnya. Kendati mereka tetap harus mendapatkan penanganan yang intensif di ruang infeksius. Seperti halnya, pasien MA (15), Masahadat menjelaskan, kalau ia kini sudah bisa makan, meski hanya bubur. MA juga kata Masahadat sudah dapat berbicara, namun, harus disuntik vaksin difteri dan antibiotik dua kali sehari selama 10 hari."Badannya yang sempat mengurus juga sudah naik lagi. Sakit kepala dan demam juga sudah jauh menurun," jelasnya. Sedangkan AB (15) hingga kini masih belum bisa makan. Remaja tersebut hanya bisa mengonsumsi susu untuk memenuhi nutrisi tubuhnya.Hal itu, ujar Masahadat, dikarenakan AB masih belum bisa membuka mulut. Bahkan, untuk bicara saja AB belum bisa, sehingga tubuhnya mengurus. "Meski begitu, kondisi AB sudah mulai membaik. Sakit kepalanya berkurang dan demamnya juga sudah menurun," terangnya. Sebagai upaya pencegahan difteri menyebar, AB kata Masahadat harus disuntik vaksin HDS. Ditambah dengan suntikan antibiotik 2 kali sehari, hingga 10 hari kedepan."Begitu juga dengan beberapa obat, harus dikonsumsi AB setiap hari, meski kondisinya sulit menelan," pungkasnya. (BS03)