Beritasumut.com-Sejak tahun 1990 hingga 2016 tidak pernah ada kasus antraks ditemukan di Provinsi Sumatera Utara. Hal tersebut ditegaskan Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) dr NG Hikmet. Pun begitu, ia mengingatkan, agar kewaspadaan terhadap penyakit ini harus tetap dilakukan. "Belum pernah ada lagi kasus antrak di Sumut sejak 1990. Tapi kewaspadaan tetap diperlukan untuk mengantisipasinya," katanya kepada wartawan, Senin (23/01/2017). Dampak atas penyakit antraks ini jelas Hikmet ada tiga, yaitu pada kulit, pernafasan dan perut atau pencernaan. Dari tiga dampak itu, lanjut dia, yang paling berbahaya adalah pernafasan. Hikmet melanjutkan, penyakit antraks tidak dapat menular antar manusia tetapi dari ternak ke manusia (zoonosis) melalui bakteri Bacillus anthracis. Penularan melalui kulit bisa terjadi ketika seseorang bersentuhan dengan spora bakteri antraks yang melekat pada kulit, daging, tulang, atau darah hewan ternak yang sakit. Untuk itu Hikmet berharap agar ketika membeli daging usahakan memperoleh yang segar dan dimasak. Selain itu, masyarakat diimbau untuk dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) guna menghindari penyakit itu."PHBS dilakukan dengan membiasakan mencuci tangan dengan air bersih menggunakan sabun, membersihkan jamban, konsumsi sayur, buah, dan daging yang segar, olahraga. Membuang sampah pada tempatnya dan tidak meludah sembarangan," jelasnya. Terpisah, pengamat kesehatan dr Delyuzar SpPA mengatakan, sampai saat ini belum ada kasus manusia tertular melalui sentuhan atau kontak dengan orang yang mengidap antraks. Manusia dapat terinfeksi antraks, sebutnya, apabila melakukan kontak dengan hewan yang terkena anthraks, melalui daging, tulang, kulit, maupun kotorannya. "Biasa ditularkan kepada manusia disebabkan pengeksposan kepada hewan yang sakit atau hasil ternakan seperti kulit dan daging, atau memakan daging hewan yang sudah tertular antraks," sebutnya. Sebelumnya, Wapres Jusuf Kalla meminta supaya adanya perlakuan khusus terhadap terduga pasien terjangkit antraks agar tidak menjalar dan bisa segera ditangani dengan baik. Sebab, saat ini telah beredar isu adanya kasus antraks yang terjadi di kawasan Sleman.(BS03)