Agar Tak Menjalar, Pemerintah Harus Respon Cepat Virus Antrhax

Herman - Senin, 23 Januari 2017 11:31 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir012017/2281_Agar-Tak-Menjalar--Pemerintah-Harus-Respon-Cepat-Virus-Antrhax.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

Beritasumut.com-Penyakit Antraks (Anthrax) ditemukan di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Belasan warga Purwosari, Kecamatan Girimulyo di kabupaten tersebut, terserang virus yang berasal daging sapi yang telah terinfenksi bacillus anthracis atau anthrax.Menyikapi hal itu, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi NasDem, Amelia Anggraini meminta Menteri Kesehatan agar merespon hal ini dengan cepat."Pemerintah harus bertindak cepat. Virus ini sangat mudah menular, bisa melalui udara," tegasnya saat dihubungi, Minggu (22/01/2017).Legislator Jawa Tengah VII yang membidangi Komisi Kesehatan ini menegaskan kepada pemerintah untuk secepatnya membentuk Posko pengendalian penyakit Anthrax dengan melibatkan seluruh tenaga Medik Veteriner dan Paramedik Veteriner. Serta Dinas Peternakan setempat harus terus mengawasi setiap perkembangan kasusnya."Pemerintah saya minta tak hanya fokus pada daerah wabah saja, tetapi juga memantau secara menyeluruh sehingga dapat di antisipasi wilayah-wilayah lainnya," ujarnya.Amel menandaskan, pemerintah juga mesti membentuk tim penanggulangan wabah Anthrax ini. Tim tersebut yang melibatkan Kementrian Pertanian dan Kementrian Kesehatan di tingkat Pusat serta Dinas-dinas terkait. Termasuk Pemda ditingkat Provinsi dan Kabupaten.Selain itu, dia melanjutkan, pemerintah harus lakukan pengobatan antibiotika terhadap ternak-ternak di lokasi penderita Anthrax kulit. Juga terhadap ternak yang sekandang dengan hewan yang mati terpotong paksa.‎"Penyemprotan desinfektan di lokasi hewan mati atau potong paksa, tempat pemotongan, serta tempat penguburan ternak atau kotoran penting untuk mematikan kuman yang ada di tanah dan di lokasi," ungkapnya.Selain itu, lanjut Amel, perlu jufa melakukan vaksinasi pada hewan terancam di desa tertular dan daerah sekitarnya."Pastikan stock obat antibiotic tersedia di wilayah endemis antrhax. Memonitor perkembangan pasien dan hewan di wilayah endemic serta wilayah-wilayah lainnya," tuturnya.(rel)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Dinkes Tegaskan Tidak Ada Kasus Antraks di Sumut