Beritasumut.com-pada tahun 2016, terhitung sejak bulan Januari hingga November, sebanyak 7.777 orang warga Sumut menderita Demam Berdarah Dengue (DBD) dan 48 diantaranya meninggal. Jumlah ini naik dibandingkan tahun 2015, sebanyak 5.688 penderita dan 44 di antaranya meninggal. akibat penyakit DBD ini."Data 2016 masih sampai November karena masih ada kabupaten/kota belum mengirimkannya," ungkap Kepala Bidang PMK Dinkes Sumut dr NG Hikmet MKes kepada wartawan, di Medan, Minggu (15/01/2017).Sementara itu, berdasarkan data tersebut, jumlah kasus DBD tertinggi di masing-masing daerah sepanjang 2015 hingga November 2016, Kota Medan berada diposisi teratas dengan sebanyak 3.010 penderita dan 17 meninggal. Disusul Kabupaten Deliserdang sebanyak 1.958 penderita, 10 meninggal, serta Kabupaten Simalungun sebanyak 1.733 penderita, 0 meninggal."Kalau dilihat dari Incidence Rate (IR)/angka kesakitan pada 2015, Sibolga urutan pertama yakni sebanyak 163.6, disusul Tebing Tinggi sebanyak 125.3 dan Binjai sebanyak 88.3. Sedangkan IR di 2016, Kabupaten Pakpak Bharat urutan pertama yakni sebanyak 166.3, Tebing Tinggi sebanyak 150.7, dan Kabupaten Samosir sebanyak 130.0," terangnya.Oleh karena itu, Hikmet mengatakan antisipasi ataupun pemberantasan penyakit DBD harus secepatnya dilakukan untuk menjaga masyarakat supaya tidak terkena. Sebab penyakit ini dapat menimbulkan jatuhnya korban jiwa.Menurutnya, selama ini penderita DBD banyak yang tidak tertolong, karena keterlambatan penanganan dan dibawa ke rumah sakit. Untuk itu, warga yang sudah terkena DBD, kata Hikmet, harus secepatnya dibawa ke Puskesmas ataupun ke rumah sakit guna dilakukan pengobatan."Masyarakat jangan menganggap sepele penyakit DBD, apalagi saat ini Sumut sedang mengalami transisi musim hujan ke musim kemarau, hal ini harus diantisipasi," jelasnya.Dengan cuaca yang tidak bersahabat ini, nyamuk akan banyak bersarang di tempat yang lembab, serta air tergenang. Oleh karena itu, masyarakat harus tetap melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan gerakan 3M Plus, yakni menutup, menguras dan mengubur, lalu mengoleskan cairan anti nyamuk pada anak-anak yang bersekolah."Kemudian masyarakat juga agar membuang sampah pada tempatnya, membuang air di tempat pembuangan air limbah dan membersihkan bak mandi seminggu sekali, sehingga nyamuk Aedes aegypti tidak bersarang, serta bertelur," pungkasnya.(BS07)