Beritasumut.com-Tercatat selama periode Januari hingga November 2016, sebanyak 119 dari 788 penderita Diabetes Militus (DM) yang berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan, meninggal dunia. Hal ini dibenarkan Kasubbag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi, Edison Peranginangin. "Sisanya 669 pasien lagi, hingga kini masih menjalani pengobatan," ujarnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (13/01/2016). Edison merincikan, pada bulan Januari jumlah pasien yang berobat di RS milik Pemko Medan ini ada sebanyak 89 orang, Februari 66 orang, Maret 97 orang, April 73 orang, Mei 68 orang, Juni 64 orang, Juli 56 orang, Agustus 58 orang, September 62 orang, Oktober 87 orang dan November 68 orang. "Dengan jumlah itu, penyakit DM termasuk 5 besar penyakit terbanyak yang ada di RSUD dr Pirngadi. Sebelumnya, jumlah penderita penyakit DM atau lebih dikenal dengan sebutan kencing manis di Sumatera Utara (Sumut), memang terbilang tinggi," sambung Edison. Informasi dihimpun, data yang diterima dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, sejak Januari 2016 hingga Oktober 2016, tercatat 16.482 orang menderita DM. Bahkan, jumlah itu belum seluruhnya karena 10 Kabupaten/Kota yakni Medan, Deliserdang, Labuhan Batu Selatan, Tanjung Balai, Tapanuli Utara, Samosir, Tapanuli Selatan Nias dan Nias Utara, belum menyerahkan data ke Dinkes Sumut. Berdasarkan data tersebut, tercatat paling banyak menderita DM adalah DM Tipe I dengan jumlah 9.921, kemudian DM Tipe II dengan jumlah 6.475 dan DM Gestasional dengan jumlah 86. Sementara itu, Dokter Dharma Lindarto Sp PD KEMD menjelaskan, diabetes tipe I pada umumnya menyerang pasien usia di bawah 40 tahun bahkan anak-anak. Namun disebutkannya, penyakit ini dapat timbul di usia berapapun. Diabetes tipe I kata dia, termasuk jenis diabetes dengan produksi insulin yang rendah karena kerusakan pankreas, sehingga ketergantungan insulin. Jika tubuh kurang insulin, kadar gula darah akan meningkat drastis akibat terjadinya penumpukan yang disebut hiperglikemia. “Diabetes tidak ada gejalanya. Kalau sudah komplikasi, baru kelihatan gejalanya. Komplikasi itu terkadang menyebabkan keparahan bahkan kematian, “ ujarnya. Sedangkan diabetes tipe 2 disebut dr Dharma adalah diabetes yang disebabkan tubuh tidak efektif menggunakan insulin atau kekurangan insulin yang relatif dibandingkan kadar gula darah. Diabetes tipe 2 biasanya terjadi pada orang-orang yang memiliki berat badan berlebih dan kurang gerak fisik serta kurang makan buah dan sayur. "Sementara diabetes gestasional, disebut Darma adalah diabetes yang dialami oleh ibu hamil. Disebutnya, diabetes gestasional terjadi karena wanita yang hamil terkadang memiliki kadar gula darah yang melebihi normal, meski masih belum termasuk kadar gula pada diabetes, namun tetap tidak bisa dikendalikan insulin," imbuhnya. Disinggung soal pencegahan, dr Darma menyebut jika pola hidup sehat dengan pergerakan jasmani yang aktif dan teratur serta mengkonsumsi buah dan sayur, disebut Darma dapat mencegah diabetes. "Begitu juga dengan pendeteksian sejak dini cukup efektif mengendalikan diabetes jika memang terkena, sehingga tidak sampai terjadi komplikasi," pungkasnya. (BS03)