Beritasumut.com-Meski lonjakan harga-harga lainnya naik belakangan ini, namun ini tidak berpengaruh kepada nilai jual Obat-obatan di pasaran. Hal ini Ketua Gabungan Pengusaha Farmasi Sumatera Utara (Sumut) Amin Wijaya, Jumat (13/01/2016). Dikatakan Amin, harga obat-obatan yang ada dipasaran, hingga saat ini akan berlangsung stabil. "Untuk obat-obatan tidak akan terkena pengaruh. Masih tetap stabil untuk harganya," ungkapnya. Dia menuturkan, ini dikarenakan obat-obatan selain merupakan komoditas bisnis, juga terselip nilai sosialnya. Sehingga kenaikan harga jual obat kemungkinannya akan sangat kecil sekali, walaupun harga kebutuhan pokok hingga Bahan Bakar Minyak (BBM) melonjak. "Kalau pun harus naik, itu karena betul-betul terpaksa. Tapi sejauh ini masih terkendali, belum ada tanda-tandanya," jelasnya. Malahan, sambungnya, untuk harga obat generik saat ini harganya cenderung menurun. Sedangkan untuk obat paten, masih tetap berlaku diharga yang sama. Selain itu, Amin melanjutkan, untuk pasokan obat-obatan juga dipastikan stoknya akan aman. Sepanjang 2017 ini, sebut Amin, kebutuhan masyarakat pada obat dinilai akan lebih dari cukup. "Stoknya lebih dari cukup. Paling kalau ada ditengah jalan ada yang kurang, itu hanya satu atau dua jenis saja. Sementara jenis obat kan ada ribuan banyaknya," jelasnya. sementara itu, Kasubag Hukum dan Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan Edison Peranginangin mengatakan, kenaikan harga bahan pokok maupun BBM tidak berpengaruh dengan harga obat-obatan. Karena, masalah harga obat tersebut sudah ada ketentuannya dari Formularium Nasional (Fornas) tentang obat obatan. "Selain itu, rumah sakit milik Pemko Medan ini bukan pedagang bebas. Karenanya, harga obat tidak bisa dinaikkan begitu saja. Sudah ada ketentuannya untuk obat obatan di Fornas. Kita juga bukan pedagang bebas," pungkasnya. (BS04)