Ingat, Ibu Hamil Wajib Periksa HIV

- Kamis, 22 Desember 2016 06:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir122016/7913_Ingat--Ibu-Hamil-Wajib-Periksa-HIV.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
HIV Aids.
Beritasumut.com-Anggota DPD RI asal Sumatera Utara, Prof Hj Damayanti mengungkapkan masalah Human Immunodeficiency Virus and Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) hingga kini masih begitu tinggi dan bahkan cenderung bertambah. 

 

Berdasarkan data baru-baru ini dengan Menteri Kesehatan, Damayanti menyebutkan, penyebab tingginya kasus itu dikarenakan lemahnya pengawasan, selain kurangnya pemberdayaan masyarakat."Jadi, kita desak Kemenkes agar ibu hamil wajib dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah tertular HIV atau tidak," ujarnya, Rabu (21/12/2016).

 

Menurut Damayanti, tindakan preventif dengan meningkatkan pelayanan primer sangat penting. "Kalau tidak, kita bisa kebakaran jenggot. Anggaran untuk penanggulangannya tahun 2017 kita harapkan juga naik," katanya.

 

Selain itu, Damayanti juga mengharapkan agar kabupaten/kota tidak hanya menunggu Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) seperti untuk obat-obatannya dari pusat."Daerah juga harus menganggarkannya, jangan hanya menunggu , tetapi alokasikan juga anggarannya," harapnya.

 

Sementara itu, Manager Proyek Global Fund Dinas Kesehatan Sumut Andi Ilham mengatakan penularan HIV/AIDS dari ibu ke anak seharusnya bisa dicegah dengan melakukan screening terhadap ibu hamil sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2013."Jadi ibu hamil, bagaimana supaya anaknya tidak terinfeksi HIV/AIDS. Sesuai peraturan ini, semua ibu hamil wajib dilakukan tes. Jadi kalau dilakukan pemeriksaan, tentu lebih mudah memutus penularannya," katanya.

 

Menurut Andi, meningkatnya penularan HIV ke ibu dimulai sejak tahun 2000 dan lebih jelas peningkatannya dari grafik 2010, sejak para suami banyak positif pada Narkoba suntik lalu masuk ke kelompok istri."Dari Survei Terpadu Biologi Perilaku tahun 2007 ada 55,6 persen suami pemakai narkoba suntik. Sejak itu, kasus HIV mulai meningkat dikalangan wanita, terjadi penularan pada pasangan termasuk juga pelanggannya," ujarnya.

 

Sedangkan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi,  jelas Andi, disebabkan karena terjadinya kontak cairan darah. Namun jika ibu segera mengikuti program pencegahan HIV/AIDS dari ibu ke anak, maka tidak akan ada anaknya yang positif."Bila diupayakan, di mana kehamilan awal langsung minum AR (Antiretroviral) maka virus bisa ditekan, sehingga ibu bisa melahirkan normal dan bayi tidak akan HIV," jelasnya.

 

Sebelumnya, Andi juga mengatakan, penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi tetap menjadi perhatian. Sejak adanya Perpres nomor 75 Tahun 1994 tentang penanggulangan HIV/AIDS hingga September 2016 di Sumut, terdapat 107 kasus penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi dari total 8.112 kasus."Kasus penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi cukup memprihatinkan, dari 107 kasus ada 68 kasus HIV dan 39 kasus AIDS. Seharusnya penularan itu bisa diantisipasi dengan melakukan sosialisasi," pungkasnya. (BS03)

 


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Hamilton Akhirnya Jajal Ferrari untuk Kali Pertama

Kesehatan

Wamen Isyana Jelaskan Alasan Ibu Hamil Juga Dapat Makan Bergizi Gratis

Kesehatan

Ada 9.878 Kasus HIV AIDS di Medan, 5.813 Orang Jalani Pengobatan dengan ARV

Kesehatan

Pentingnya Air Minum Murni untuk Anak-Anak dan Ibu Hamil, Jaga Kesehatan dan Nutrisi Optimal

Kesehatan

Jumlah Pasien Pengidap HIV di Rumah Sakit Pirngadi Medan Meningkat

Kesehatan

Pembekalan HIV/AIDS untuk KRI Diponogoro-365