Laksanakan Program 12 Indikator Kesehatan, Dinkes Sumut Sambangi 9 Daerah

- Selasa, 20 Desember 2016 20:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir122016/3498_Laksanakan-Program-12-Indikator-Kesehatan--Dinkes-Sumut-Sambangi-9-Daerah.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Dinkes Sumut
Beritasumut.com-Dalam rangka melaksanakan program 12 Indikator Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyambangi 9 daerah di seluruh Sumut. Hal ini dikatakan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sumut dr Retno Sari Dewi, melalui kepala seksi Pelayanan Dasar Rosida, Selasa (20/12/2016).

 

"Sembilan daerah tersebut yakni, Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagei, Asahan, Batubara, Labuhan Batu Utara, Labuhan Batu, Tapanuli Selatan serta Nias Selatan. Sembilan daerah itu ditetapkan dari kesepakatan kementerian kesehatan saat penguatan program MDGs tahun 2015 lalu," ujarnya Rosida.

 

Ditetapkannya 9 daerah di Sumut itu, lanjut Rosida, dikarenakan jumlah penduduknya selain cukup tinggi juga permasalahan kesehatannya lebih kompleks, seperti Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI) masih diatas nasional. Sedangkan untuk penerapan program tersebut, jelasnya, dilaksanakan di 68 Puskesmas, dan terbanyak dilakukan Kabupaten Deli Serdang dan Serdang Bedagei.

 

"Dilaksanakannya 12 indikator itu juga karena dinilai bagus dan dan diharapkan faktor lainnya juga sudah mengikat, termasuk penurunan AKI dan AKB. Untuk mendukung itu, telah dilaksanakan pelatihan pada bulan September lalu pada perawat dan bidang gizi. Tujuan pelatihan itu ialah untuk melakukan pendataan keluarga sehat dan diharapkan data tersebut pada satu wilayah Puskesmas sistimnya ditargetkan total coverage," paparnya.

 

Rosida menuturkan, menggunakan formulir kesehatan daerah, pendataan dilakukan dengan bertumpu pada 12 indikator kesehatan. "Adapun 12 indikator kesehatan tersebut berupa Keluarga Berencana (KB) seperti manfaat ber KB yang mendukung penurunan angka kematian bayi dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Kemudian, bagaimana agar bayi lahir sehat dan ibu selamat dengan melakukan pemeriksaan kehamilan paling sedikit 4 kali," sambungnya.

 

Dia melanjutkan, imunisasi dasar untuk bayi, menimbang balita setiap bulan, penyuluhan gizi pertumbuhan balita serta merujuk balita ke Puskesmas bila sakit, dan berat badan dibawah ukuran. "Selain itu, katanya, ASI eksklusif yang terbaik bagi bayi, bahaya rokok, penggunaan jamban sehat, mengenali gejala TB, mencegah dan tekanan darah tinggi. Evaluasi program itu dilaksanakan tahun 2017 nanti. Keluarga sehat untuk mewujudkan Indonesia sehat," pungkasnya. (BS03)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

PT TSI Gugat Bank Mandiri soal 54 Cek Diduga Palsu, OJK Sumut Diminta Buka Suara

Kesehatan

Oknum Kepling di Medan Polonia Edarkan Ekstasi Ditangkap

Kesehatan

Gubernur Bobby Nasution Dampingi Wapres Gibran Tinjau Huntap dan Infrastruktur di Tapteng

Kesehatan

Polda Sumut Bongkar Scam Berkedok Nonton Film, Korban Dijanjikan Bonus

Kesehatan

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Seorang Wanita Diamankan

Kesehatan

Ditargetkan Rampung 2029, Jalur Alternatif Medan-Berastagi Disiapkan