Beritasumut.com-Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kemal N Siregar menilai bahwa pemahaman agama dan perilaku menjadi faktor penting dalam menekan kasus HIV/AIDS. Menurutnya, perilaku dan pemahaman agama merupakan kunci jawaban persoalan HIV/AIDS. Pendekatan agama akan membuat masyarakat takut melakukan perilaku menyimpang dan hukuman sosial. Hal ini dikatakan Kemal saat menjadi narasumber pada Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS melalui Sektor Agama di Wisama Ciloto Jawa Barat, seperti yang dilansir dilaman kemenag.go.id, Kamis (15/12/2016). "Pendekatan agama penting karena relevan dengan 'Strategi dan Rencana Aksi Nasional 2015-2019', penanggulangan AIDS yang juga fokus pada intervensi kombinasi pencegahan. Pendekatan ini diharapkan akan berdampak besar terhadap penurunan epedemik HIV, termasuk pengobatan sebagai pencegahan," ujar Kemal. Menurutnya, strategi lainnya adalah fokus pada populasi kunci dan rentan, fokus pada geografis dengan konsentrasi tinggi populasi prioritas, serta kombinasi program berbasis komunitas dan layanan komperhensif berkesinambungan. "Kita berharap strategi dan rencana aksi tersebut dapat menurunkan tingkat angka HIV/AIDS dengan target global tahun 2020 hingga 2030," sambungnya. "Saat ini penduduk Indonesia berjumlah kurang lebih 250juta. Dari jumlah itu, penggunan narkoba di Indonesia sebesar 2% atau lebih kurang 5juta. Mereka termasuk dalam kelompok yang beresiko terinfeksi HIV/AIDS. Jumlah orang Indonesia dengan HIV/AIDS (ODHA) mencapai 0,3% atau sekitar 600ribu," papar Kemal. Dia menilai, berdasarkan laporan perkembangan epidemik HIV Kementerian Kesehatan RI tahun 2014, epidemik HIV meningkat sebesar 32.711. Hal ini, sambungnya, jika dibandingkan tahun 2013 yang sebesar 29.037. Angka ini kembali turun pada tahun 2015 menjadi sebesar 30.935. Sedangkan penduduk yang terjangkit AIDS pada 2015 sebesar 5.091 dengan angka kematian mencapai 610 orang. Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS melalui Sektor Agama ini diikuti oleh 71 peserta dari Kementerian Agama Pusat, Kankemenag Kab Cianjur, Kankemenag Kab Bogor, Komisi Penanggulangan AIDS Nasional, serta lembaga keagamaan. Kegiatan yang berlangsung dua hari, dari 14-15 Desember 2016, ini dibuka Kepala Biro Umum Kementerian Agama Syafrizal. Hadir juga dalam pembukaan, Wakil Sekjen MUI Sholahuddin Al Ayyubu dan Kepala Kankemenag Kota Bogor Ansurulloh. (BS03)