Beritasumut.com-Bagi Anda yang merasakan nyeri di bagian dada tepatnya di bagian jantung disarankan untuk segeri melakukan pemeriksaan ke dokter.Pasalnya, ini bisa menjadi pertanda jika jantung Anda bermasalah.Lebih bahayanya lagi jika tiba-tiba tubuh terkena serangan jantung. Menurut Kepala Instalasi Pusat Jantung Terpadu (PJT) RSUP H Adam Malik dr Isfanuddin Nyak Kaoy SpJP(K), serangan jantung tidak boleh ditangani lebih dari waktu tiga jam. Karena dikhawatirkan kemampuannya akan dapat menjadi berkurang."Tidak bisa dibiarkan lebih dari tiga jam. Sebab jika lebih, sudah ada bagian yang mati sehingga ketika sudah ditangani kemampuannya akan menjadi berkurang. Jadi tidak boleh lebih," ujar dr Isfanuddin, Jumat (9/12/2016). dr Isfanuddin menyarankan, agar ketika ada merasakan nyeri di bagian dada tepatnya di bagian jantung, untuk segera dapat diobati ke rumah sakit. Dan selanjutnya mendapati perawatan secara emergency."Sebagian orang tidak paham kalau sakit jantung. Ketika merasakan sakit masih menunda-nunda, besoklah berobat. Ini tidak boleh, kalau ada nyeri harus langsung ke rumah sakit," jelasnya. Pelayanan pengobatan penyakit jantung sendiri, terang dr Isfanuddin saat ini sudah sangat mumpuni. Apalagi, Sumatera Utara (Sumut) melalui RSUP H Adam Malik, sudah memiliki Pusat Jantung Terpadu (PJT) seperti di RS Harapan Kita di Jakarta. Selain itu, secara pengobatan, dr Isfanuddin juga mengatakan, RS milik Kemenkes ini juga tidak kalah kemampuannya dengan pengobatan yang berlangsung di Penang, Malaysia. Bahkan, RS Adam Malik sudah lebih dahulu mampu melakukan pengobatan yang tingkat kerumitannya tinggi seperti pembuluh darah koroner di pangkal, yang tahun lalu Penang sendiri belum dapat melakukannya."Di Indonesia ini, PJT baru ada dua, yakni Harapan Kita dan Adam Malik. Untuk di Makasar juga ada, tetapi saat ini memang belum siap," terangnya. PJT RS Adam Malik sendiri, dari sisi kelengkapan ujar Isfanuddin melayani sejumlah pelayanan jantung mulai dari perawatan, pemeriksaan, poliklinik hingga emergency. Bahkan saat ini, RS ini sudah memiliki dua alat baru berupa CT Scan Multi Play dan echo cardiography yang berguna untuk mendeteksi penyakit jantung secara lebih mudah dan canggih."Tapi tindakan kita sudah macam-macam. Seperti ada kelainan jantung bawaan, sudah dapat ditangani tanpa melakukan operasi," terangnya. Selain itu, Isfanuddin juga mengatakan, disamping memiliki ruang emergency, rawat inap, hingga bedah jantung, awal tahun 2017 mendatang RS Adam Malik juga bakal menyediakan fasilitas rehab jantung. Hal ini dilakukan supaya usai melakukan pengobatan, pasien dapat perlahan-lahan bisa kembali ke aktifitasnya sehari-hari.Isfanuddin juga menambahkan, setiap harinya, PJT RSUP Adam Malik saat ini menerima sebanyak 5 hingga 8 pasien untuk semua tindakan. Sementara itu, salah seorang pasien yang baru melaksanakan operasi, Lises Panahatan Gultom warga Jalan Sunggal, Medan mengaku cukup puas dengan penanganan yang diberikan kepadanya. Rasa sesak yang sebelumnya dirasakannya, kini dirasanya sudah jauh lebih ringan untuk bernafas. Lises sendiri diketahui menderita penyakit jantung koroner akibat pola hidup tidak sehat yang dijalaninya selama ini."Saya sakit jantung koroner akibat merokok, minuman keras dan pola hidup tak sehat. Kini usai dioperasi sudah lebih ringan bernafas, dari sebelumnya sesak," pungkas pasien peserta BPJS Kesehatan ini.(BS03)