Masih Tertinggal, RS di Sumut Dinilai Perlu Tingkatkan Sarana Alat Kesehatan

- Rabu, 07 Desember 2016 06:20 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir122016/1676_Masih-Tertinggal--RS-di-Sumut-Dinilai-Perlu-Tingkatkan-Sarana-Alat-Kesehatan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Peralatan di Rumah Sakit.
Beritasumut.com-Salah satu yang membuat Rumah Sakit (RS) di Sumatera Utara berbeda dengan RS Pusat atau RS di luar negeri seperti di Malaysia dan Singapura adalah sarana alat kesehatan yang dinilai masih cukup tertinggal.

 

Hal tersebut diakui oleh Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Sumut, Azwan Hakmi Lubis.Menurutnya, secara Sumber Daya Manusia (SDM)-nya tidak terlalu tertinggal jauh."Kalau di luar negeri memang sarana alat kesehatannya lebih canggih, meskipun dalam hal SDM nya perbedaan yang ada tipis," ujar Azwan, Selasa (6/12/2016).

 

Azwan mengungkapkan hal yang harus dievaluasi oleh pihak RS di akhir tahun 2016 ini salah satunya adalah peningkatan kualitas sarana alat kesehatan. Disamping pula yang tak kalah penting, berupa mutu, layanan dan juga keselamatan pasien."Tapi bukan berarti alat-alat kesehatan di RS Sumut kualitasnya rendah. Hanya saja, di sana (luar negeri) sarana alat kesehatannya selalu di upgrade," jelasnya.

 

Hal ini, ujar Azwan, dapat dilihat dari kuantitasnya RS di Sumut yang sudah berhasil memperoleh akreditasi. Dari 200-an RS yang ada, baru 29 RS saja yang bisa mendapatkannya.

 

Padahal, lanjut Azwan, Persi sendiri hingga akhir tahun ini menargetkan minimal sebanyak 20% RS yang bisa terakreditasi. Tetapi nyatanya yang terealisasi baru sekitar 15% nya saja yang mendapatkannya."Dengan akreditasi ini, maka standart mutu, layanan, dan keselamatan pasien bisa lebih terjamin. Selain juga dengan akreditasi itu, dapat diukur ketersediaan dan kecanggihan sarana alat kesehatannya," terangnya.

 

Untuk itu, Azwan mengharapkan agar masing-masing owner RS dapat meningkatkan mutu mereka. Hal itulah yang juga harus di dorong RS pada tahun 2017 mendatang."Mudah-mudahan nanti bisa lebih diperhatikan," jelasnya.

 

Sementara itu, Direktur RSUD dr Pirngadi Medan, Edwin Effendi mengatakan peningkatan kualitas alat kesehatan memang penting untuk kemajuan RS. Karena menurut dia, hal itu dapat meningkatkan daya saing RS di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

 

Untuk RS Pirngadi sendiri, Edwin mengatakan sarana alat kesehatannya sejauh ini sudah mumpuni untuk melayani pasien yang masuk. Meskipun begitu, lanjut Edwin, pihaknya di tahun mendatang tetap akan melakukan pemutakhiran alat yang ada."Di tahun 2017 nanti, kita terus tingkatkan, seperti pada layanan hemodialisa, diabetes dan jantung. Pemutakhiran ini supaya RS Pirngadi semakin siap bersaing di era MEA kedepannya," pungkasnya.(BS03)

 


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

KIS Group Gandeng Shell Pasok BioLNG ke Singapura Mulai 2027, Indonesia Jadi Basis Produksi

Kesehatan

RSJ Prof Ildrem Siap Bertransformasi Menuju Rumah Sakit Jiwa yang Ramah dan Inklusif

Kesehatan

Polrestabes Medan Gagalkan Peredaran 12 Kg Sabu Asal Malaysia

Kesehatan

Tinjau Penanganan Sampah, Wakil Walikota Pematangsiantar Turun ke Kecamatan dan Kelurahan

Kesehatan

Rumah Sakit Adam Malik Lakukan Penyesuaian Jadwal Pelayanan Selama Ramadan

Kesehatan

Penyelundupan 25 Kg Sabu dari Malaysia di Perairan Batubara Digagalkan, 3 Kurir Ditangkap