Beritasumut.com-Pasien thalasemia di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik terdeteksi mulai meningkat. Peningkatan pasien tersebut diketahui, mulai terjadi sejak adanya pelayanan one day care sejak Bulan Agustus kemarin.Dokter Ahli Anak RSUP Haji Adam Malik, Prof Bidasari Lubis SpA(K), menyebutkan thelasemia merupakan penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetik, dan diderita seumur hidup serta belum banyak diketahui masyarakat. Pada kasus penyakit ini, protein yang ada di dalam sel darah merah tidak berfungsi secara normal, dimana orang yang terkena penyakit ini pada umumnya adalah anak-anak.“Kalau data Sumut belum ada kita miliki, Cuma kunjungan pasien setelah adanya one day care sejak berlaku Agustus kemarin, sudah mengalami peningkatan,” katanya kepada wartawan, Minggu (04/12/2016).Bidasari menjelaskan, dalam pelayanan one day care tersebut maka setiap penderita thalasemia dapat menerima pelayanan pengobatan dalam satu hari. Hal itu sudah meliputi pemeriksaan laboratorium, transfusi darah dan bila perlu mendapat obat kelasi.“Biasa kala pasien thalasemia datang dengan kondisi komplikasi maka harus menjalani rawat inap,” katanya.Sementara itu, Kepala Instalasi Rawat Inap Terpadu RSUP Haji Adam Malik, Fajrinur membenarkan adanya peningakatan pasien thalasemia sejak adanya pelayanan one day care.Ia memaparkan, sampai saat ini total terakhir terdapat 50 pasien yang menjalani pengobatan dengan rata-rata 1-2 pasien per harinya yang melakukan pengobatan. Sebelumnya kata dia hanya terdapat sekitar 11 pasien.“Pelayanan thalasemia di RSUP Haji Adam Malik sudah memiliki dokter ahli sebanyak empat orang. Disini kita juga kita juga memiliki unit transfusi darah (UTD) sendiri,” katanya.Wakil Kepala UTD RSUP Haji Adam Malik, Tonny mengatakan ketersediaan darah di RSUP H Adam Malik masih aman. Namun dikatakannya, darah untuk penderita thalasemia belakangan semakin meningkat, diperkirakan sejak Januari sampai sekarang mencapai 1.000 kantong.“Kebutuhan setiap pasiennya berbeda-beda, tergantung kadar HB nya, kalau kadarnya rendah bisa satu kantong saja. Tapi sejauh ini masih aman-aman saja,” katanya.(BS07)