Beritasumut.com-Adanya proyek pembangunan jalur ganda milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) Drive I Medan dikeluhkan warga. Hal ini karena proyek pembangunan tersebut menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat. Mulai dari penggusuran warga yang bermukim di sepanjang penggiran rel, hingga polusi udara dan kemacetan arus lalu lintas. "Semakin parah kemacetan di jalan ini. Terlebih sejak adanya pembangunan jalur ganda ini," ucap Lutfi, salah seorang pengendara yang melintas di Jalan Gudang Medan, Rabu (30/11/2016). Dia menilai, seperti halnya proyek yang dikerjakan di Jalan Merak Jingga dan Jalan Gudang. Kedua jalan itu semakin parah macetnya setelah pembangunan jalur kereta api ganda tersebut, dimulai pada bulan April 2016 lalu. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisipol) dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) itu mengungkapkan, bahwa bukan kemacetan arus lalu lintas saja ditimbulkan pembangunan rel itu. Polusi udara juga semakin parah di kawasan itu. "Selain macet, pembangunan rel itu juga menyebabkan polusi udara dari sisa material yang tercecer di jalan tersebut," terangnya. Pantauan di lokasi, kendaraan yang melintas di jalan tersebut tampak melambat. Bahkan, kemacetan dan debu akibat polusi menyebar hingga Jalan Prof M Yamin SH, Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan Gaharu Medan. Tak hanya itu, kemacetan semakin diperparah oleh kendaraan keluar masuk SPBU di jalan Merak Jingga Medan. (BS04)