Bagi Ibu yang Sedang Menyusui, Ini yang Harus Anda Lakukan

- Rabu, 30 November 2016 07:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir112016/4131_Bagi-Ibu-yang-Sedang-Menyusui--Ini-yang-Harus-Anda-Lakukan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
ASI Eksklusif.
Beritasumut.com-Memberikan Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif merupakan hal yang harus dilakukan ibu kepada bayinya. Apalagi bagi ibu yang baru melahirkan.

 

Wakil Direktur Administrasi Umum dan Keuangan RS Imelda, dr Imleda L Ritonga SKp MPd MN mengatakan, saat bayi lahir, ibu harus memberikan ASI eksklusif sampai usia bayi 6 bulan tanpa makanan pendamping dan minuman lainnya.“Jadi murni ASI saja yang diberikan kepada bayi,” katanya usai perlombaan bayi sehat, fashion show balita, senam ibu hamil, penyuluhan tentang Inisiasi Menyusui Dini (IMD), ASI Ekskelusif, pemeriksaan ibu hamil dengan USG dan lainnya sekaitan peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 52, di Aula RS tersebut, Selasa (29/11/2016).

 

Terkait hal tersebut, pihaknya mengembangkan rumah sakit sayang ibu dan bayi untuk mendorong terjadinya kedekatan ibu dan bayi melalui IMD.“Begitu bayi lahir, ibu jangan takut, bidan menempelkan bayi ke payudara ibu agar ada kontak langsung ibu dan bayi. 

 

Masalah ASI eksklusif, tidak boleh dicampur dengan yang lain selama 6 bulan agar tidak terjadi bingung puting atau gangguan pencernaan bayi karena adanya susu ASI dan susu bukan ASI. Dan ASI itu dianggap cukup, maka ibu diingatkan agar waktu mau hamil perhatikan gizinya jangan terlalu kurus dan kurang darah,” jelasnya.

 

Pihaknya, lanjut Imelda, selama ini konsern untuk pelayanan anak dan ibu hamil dengan fasilitas perinatologi, ruang Neonatal Intensif Care Unit (NICU), tim yang sudah dilatih, SDM dan kamar bedah 24 jam.

 

“Kita kan rumah sakit type B jadi yang dominan dirujuk bayi yang baru lahir 28 hari dengan prematur, berat badan lahir rendah (BBLR) atau lahir sesak nafas yang mungkin karena infeksi atau lahir prematur. Sebabnya karena ibu hamil kena hypertensi, diabetes di mana anaknya besar dan kontraksi dini sehingga lahir prematur,” jelasnya.

 

Sementara itu, Kadinkes Medan drg Usma Polita diwakili Rosida S mengapresiasi kegiatan yang dilakukan dan berharap hal serupa juga dilakukan di tempat lain di Kota Medan. “Dinkes Medan tahun 2017 nanti melaksanakan tiga program untuk bayi dan ibu yaitu peningkatan ASI eksklusif, inisiasi menyusui dini dan peningkatan gizi balita,” katanya.

 

Senada, Wakil Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Medan Dame Hutabarat didampingi deputi bidang kemajuan pendidikan keperawatan H.M.Pakpahan mendukung program Dinkes Medan yang bertujuan agar masyarakat Medan yang sehat dan Balita sehat. “Kita juga melakukan peningkatan kualitas perawat dan sasarannya pada orangtua dan balita. Perawat kedepan agar makin berkualitas,” pungkasnya. (BS03)

 


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Suara di Balik Kemudi, Inovasi yang Menjaga Nadi Energi

Kesehatan

Diskotik Krypton Jalan Gajah Mada Jadi Sarang Ekstasi, Warga Tuntut Penutupan Permanen

Kesehatan

Legimin Raharjo dan Iksan Chan Motivasi Pemain Muda Akademi Sekolah Sepak Bola

Kesehatan

Implementasi Permendag 24/2025 Tersendat, KADIN Dorong Impor Plastik Bekas Terkendali

Kesehatan

BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Manfaat Jaminan Kematian & Beasiswa kepada 16 Ahli Waris P3K Paruh Waktu

Kesehatan

Pertamina Sumbagut Berikan Layanan Porter Gratis bagi Pemudik di Bandara Kualanamu