Banyak Debu Galian di Kota Medan Beresiko Sebabkan ISPA

- Rabu, 23 November 2016 06:25 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir112016/8722_Banyak-Debu-Galian-di-Kota-Medan-Beresiko-Sebabkan-ISPA-.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Pemakaian masker dianjurkan untuk menjaga diri dari penyakit ISPA.
Beritasumut.com-Debu beterbangan berasal dari galian parit/drainase yang saat ini banyak dirasakan di Kota Medan beresiko menyebabkan penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)."Kalau kondisi lembab di tubuh, didukung dengam imunitas tubuh yang lemah atau sistem menurun, maka akan berkembanglah kuman-kuman itu. Sehingga efeknya dapat beresiko terjadinya ISPA," ujar Dokter spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT) dr Wijaya Juwarna SpTHT, Selasa (22/11/2016).

 

Wijaya melanjutkan, tubuh manusia dibangun oleh berbagai sistem organ. Salah satunya adalah sistem pernafasan, yang pintu masuknya berupa mulut maupun hidung."Kita menghirup oksigen dan akan mengeluarkan karbondioksida. Oksigen sebagai inti dari udara bersih sangat berpengaruh dengan kondisi lingkungan. Jika kondisi lingkungan atau udara bersih, maka bersihlah yang kita hirup. Kalau udara bersih yang dihirup maka tubuh akan sehat, terutama sistem pernafasan kita," paparnya.

 

Namun sebaliknya, Wijaya menyebutkan, jika udara tercemar, misalnya dengan banyaknya parit-parit yang digali atau galian lainnya, hasil galian itu akan bergabung dengan tanah dan debu. Tentunya, ketika galian itu mulai kering, maka debu-debu itu akan mulai menjadi partikel kecil.

 

"Nah, ini akan dihirup manusia melalui hidung. Kalau hanya mengandung partikel kecil tanpa kuman tidak jadi masalah karena hidung akan berusaha mengeluarkannya dengan bersin. Sayangnya dengan adanya galian parit cenderung terkontaminasi kuman, dan kuman inilah yang dihirup," jelasnya.

 

Oleh karena itu, Wijaya menganjurkan, bagi masyarakat yang menggunakan sepeda motor ataupun yang beraktifitas di sekitar lingkungan galian, sebaiknya menggunakan masker untuk melindungi diri dari debu atau polutan tersebut.

 

"Penelitian juga sudah membuktikan kondisi lingkungan yang bersih akan membuat kita bernafas dengan baik. Sementara kondisi 

lingkungan dengan polutan yang tinggi, debu, asap atau penyebab lainnya itu tentunya merusak saluran pernafasan. Dan ini sudah banyak diteliti," tegasnya.

 

Terpisah dr Umar Zein juga membenarkan bahwa dampak dari galian-galian yang ada di Kota Medan belakangan ini meningkatkan risiko masyarakat yang dekat dengan lokasi tersebut terkena ISPA.(BS03)

 


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Walikota Medan Minta Dinas SDABMBK Petakan Jalan Rusak dan Drainase Yang Perlu Diremajakan

Kesehatan

Transplantasi Solusi Terbaik Penyakit Ginjal Kronis

Kesehatan

Tindak Lanjut Dumas, Unit Reskrim Polsek Medan Tuntungan Amankan 1 Unit Mesin Judi Tembak Ikan

Kesehatan

Terdeteksi 36 Kasus Kusta di Kota Medan, Dinkes Upayakan Kejar Eliminasi Tahun 2030

Kesehatan

Dinkes Medan Evaluasi Pelaksanaan Deteksi Dini terhadap Penyakit Tidak Menular

Kesehatan

Meski Belum Ada Temuan di Medan, Dinkes Medan Imbau Masyarakat Waspada Monkeypox