Alami Gangguan Kecamasan, Setiap 40 Detik Satu Orang Nekat Bunuh Diri

- Sabtu, 19 November 2016 06:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir112016/4530_Alami-Gangguan-Kecamasan--Setiap-40-Detik-Satu-Orang-Nekat-Bunuh-Diri.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Gangguna kecemasan.
Beritasumut.com-Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza, Dr Fidiansjah SpKJ MPH menyebutkan setiap 40 detik satu orang meninggal karena melakukan bunuh diri.Dr Fidiansjah mengungkapkan sekitar 4,5 persen remaja laki-laki dan 6,5 persen remaja perempuan yang mengalami gangguan kecemasan akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. “Tentu angka 4,5 ini perlu diperhatikan dan menjadi suatu catatan, agar mereka terhindar dari persoalan tersebut,” ujarnya, Jumat (18/11/2016).

 

Lebih jauh Dr Fidiansjah menjelaskan jika masalah kesehatan mental pada anak remaja bukan hanya merupakan persoalan dari Menteri Kesehatan saja. Menteri Kesehatan terus mencoba untuk menjadikan paradigma sehat dengan mengembangkan pembangunan berwawasan kesehatan dan seluruh komponen masyarakat juga harus terlibat. “Namun demikian, mutu dan pelayanan kesehatan pun juga senatiasa ditingkatkan,” sarannya.

 

Karena itu, sambungnya, pengembangan konsep layanan primer, sekunder dan tersier juga mempunyai peran yang harus dapat menjawab persoalan-persoalan tersebut. Apalagi ketika rujukan daripada layanan primer membutuhkan sebuah tindakan yang lebih profesional. “Di situlah kedudukan perawat jiwa. Kami selalu memberi catatan, profesi perawatlah yang punya intensitas tinggi dengan seluruh komunitas sasaran kliennya,” katanya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Agustama mengungkapkan bahwa pemerintah Provinsi Sumut berusaha memberikan pelayanan kesehatan jiwa masyarakat dengan mengembangkan pelayanan kesehatan jiwa dan membangun jejaring rujukan kasus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dengan melengkapi fasilitas rumah sakit jiwa provinsi.

 

Selain itu Pemprovsu juga berupaya mendorong kabupaten/kota agar memberikan perhatiannya dalam mengembangkan pelayanan kesehatan jiwa kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing.

 

“Kita juga mendorong rumah sakit umum daerah untuk memberikan pelayanan kesehatan jiwa. Sampai saat ini terdapat 11 RSUD kabupaten/kota atau 32 persen yang mampu memberikan pelayanan kesehatan jiwa dalam bentuk rawat jalan kepada masyarakat. Dan kurang dari 10 persen RSUD kabupaten/kota yang menyediakan tempat tidur untuk gangguan jiwa,” pungkasnya.(BS03)

 


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Bullying Hingga Narkoba, Faktor Stres Timbulkan Gangguan Mental Remaja

Kesehatan

Penyebab Kematian Mahira Disimpulkan Bunuh Diri

Kesehatan

Bakamla RI Kerahkan Personel Bantu Tim SAR Cari Korban Bunuh Diri

Kesehatan

Empat Besar Kasus Gangguan Jiwa Tertinggi, Sumut Dorong Gerakan Eliminasi Disabilitas Intelektual

Kesehatan

Diduga Bunuh Diri, Seorang Wanita Lompat dari Ruko

Kesehatan

Kapolrestabes Medan : Tingkatkan Kewaspadaan dan Penjagaan