Beritasumut.com-Kepala Seksi Wabah dan Bencana Dinas Kesehatan Sumut, Suhadi menyebutkan berdasarkan prevelensi nasional untuk penyakit Diabetes Milletus (DM) adalah 1,5 per seribu. Sementara prevelensi yang terdapat di Sumut mencapai 1,8 per seribu. Meski prevelensi di Sumut berada di atas rata-rata nasional, namun tetap harus mendapatkan perhatian yang serius dari segala lapisan masyarakat. Pasalnya penyakit tersebut saat ini sudah menjadi penyakit paling mematikan ketiga yang ada di tanah air."Artinya di Sumut ini dari 1.000 orang ada 2 orang menderita DM. Namun begitu DM ini tetap perlu mendapatkan perhatian dari kita semua, karena DM merupakan penyakit yang mematikan," ungkapnya, Senin (14/11/2016). Sesuai dengan data tahun 2015, persentase penyakit DM yang terdapat di Sumut jumlahnya mencapai sebesar 6,7 persen, atau peringkat 7 nasional di Indonesia."Paling tinggi itu ada di Jogja, lalu di Sulawesi Utara. Jumlah itu mengacu untuk semua katagori umur," sebutnya. Selain itu, Suhadi juga mengatakan, penyebab utama menjangkitnya penyakit ini ialah dikarenakan gaya hidup yang dilakukan seperti prilaku makan tak sehat, merokok dan juga tidak berolah raga. Untuk itu, guna mencegah penyakit ini berkembang, pemerintah melakukan upaya preventif dan promotif untuk mengendalikannya."Kalau tidak dikendalikan DM bisa meningkat. Tapi hal ini perlu mendapat perhatian kita bersama, khususnya dari masyarakat," jelasnya. Oleh karena itulah, Suhadi mengaku di Hari Kesehatan Nasional (HKN) Dinas Kesehatan Sumut melakukan include pada penyakit DM bersama penyakit tidak menular lainnya dalam melakukan pencegahan dini ke SKPD Provinsi Sumut. Selain itu, pihaknya juga sudah mengeluarkan edaran kepada seluruh Kabupaten/kota. Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumut Agustama mengimbau kepada masyarakat, dalam mencegah terjadinya DM diharapkan banyak mengonsumsi buah dan sayur. Selain itu ia juga menegaskan, sedapat mungkin melakukan aktifitas fisik minimal 30 menit setiap hari."Jangan merokok dan fisik harus tetap beraktifitas setiap hari. Selain itu rutin periksa kesehatan minimal 6 Bulan sekali untuk mengetahui kadar gula dalam darah," pungkasnya. (BS03)