Beritasumut.com-Koordinator Kopertis Sumut, Prof Dian Armanto menilai jika pengetahuan tentang profesi dan apa yang bisa dilakukan ke depan, penting untuk disampaikan kepada mahasiswa dalam mengantarkan ilmu pengetahuan. “Kurikulum sudah ada, dan bagaimana cara menyampaikannya itu membutuhkan teknologi, pengetahuan, dan kemampuan,” ujar Prof Dian dalam seminar dan workshop bertemakan membangun pendidikan NERS kompetitif di era MEA yang dilaksanakan di Aula STIkes Imelda, Selasa (8/11/2016). Ditinjau dari pembelajarannya, lanjut Prof Dian, memang sudah bagus. Akan tetapi, jelasnya kembali, Tri Dharma harus bisa diperbanyak, karena itu merupakan kelemahan perguruan tinggi bidang kesehatan di provinsi ini.“Dosen-dosennya itu tidak banyak yang membuat penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Mungkin ini harapan saya, ke depan diperbaiki. Workshop tetap dilakukan, tapi bagaimana caranya agar workshop itu menghasilkan ide-ide baru yang kreatif untuk bisa menghasilkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya. Sementara itu, Ketua STIKes Imelda, dr Imelda Liana Ritonga SKp MPD MN mengatakan, pihaknya ke depan akan menerapkan sebuah terobosan agar pendidikan keperawatan menjadi lebih kompetitif. Terlebih lagi, dia menilai, masih banyaknya tenaga perawat yang dibutuhkan di negara lain ataupun seperti di pusat rehabilitasi."Untuk itu, pendidikan keperawatan yang kompetitif, sangat penting diterapkan oleh perguruan tinggi kesehatan agar menghasilkan lulusan-lulusan keperawatan yang dapat bersaing di era MEA ini," pungkasnya.(BS03)