Beritasumut.com-Hingga bulan September 2016, tercatat sebanyak 80% warga kota Medan sudah tercover oleh BPJS Kesehatan. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Medan, Sudarto. Peserta tersebut, kata Sudarto, baik berasal dari peserta yang mendaftarkan dirinya secara mandiri, Penerima Bantuan Iuran (PBI), maupun dari badan usaha atau Pekerja Penerima Upah (PPU)."Jumlahnya ada sekitar 1,2 juta orang. Artinya ada 80% lebih warga Medan sudah tercover BPJS Kesehatan," ungkapnya. Sudarto mengatakan, jumlah terbesar peserta BPJS Kesehatan di Medan ialah berasal dari PBI yakni yang pembiayaannya berasal dari pemerintah pusat dan daerah melalui dana APBN serta APBD. Jumlahnya, sebut dia, sudah mencapai sekitar 600.000-an warga."Kalau untuk mandiri ada sekitar 350.000-an. Sisanya itu, peserta yang berasal dari badan usaha," jelasnya. Untuk ini, Sudarto memprediksi, di pertangahan tahun 2018 mendatang, seluruh warga kota Medan dinilai sudah dapat tercover oleh BPJS Kesehatan. Waktu ini, lebih cepat dari target yang sudah ditetapkan pemerintah secara nasional, pada 1 Januari 2019."Tapi ini tergantung dari Pemerintah Daerah juga. Karena mungkin, masih ada masyarakat yang belum terjangkau, supaya ditambahkan cakupannya. Sehingga proses ini bisa terwujud lebih cepat," ujarnya. Selain itu, Sudarto juga menilai, antusias masyarakat Kota Medan untuk mendaftarkan diri ke BPJS Kesehatan juga tergolong tinggi. Sekitar, 100-200 orang, selalu mengantri di kantor mereka di Jalan Karya untuk mendaftarkan diri. "Memang tanggapan masyarakat beragam kepada BPJS Kesehatan. Fakta, banyak yang merasa terbantu, dan fakta juga yang belum puas. Peserta maunya ingin langsung berobat ke RS karena tidak tahu, padahal tentu ada prosesnya. Inilah upaya kami untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat," pungkasnya.(BS03)