Beritasumut.com-Sebanyak 5 atau 6 warga dari 100 warga di Sumut mengalami penyakit Diabetes Mellitus (DM). Ironinya, hampir 50 persen penderitanya tidak mengetahui dia terkena DM. Bahkan di dunia tiap 7 detik, diperkirakan 1 orang meninggal akibat penyakit yang dikenal sebagai penyakit gula atau kencing manis ini. Hal itu dikatakan dr Aron Pase SpPD saat memberikan penyuluhan kepada masyarakat di RS Imelda Pekerja Indonesia."Tingkat kematiannya juga tinggi, di Indonesia penyakit gula penyebab kematian nomor 3 dan Indonesia menduduki peringkat 7 tertinggi di dunia untuk kasus diabetes," ujar dr Aron, Selasa (25/10/2016). Aron yang merupakan pengurus Persatuan diabetes Indonesia (Persadia) menerangkan gejala DM yaitu mudah haus dan lapar, sering kencing, berat badan menurun tanpa sebab yang jelas, cepat lelah dan mengantuk, mudah terkena infeksi dan luka sulit sembuh. Selain itu, sebutnya, juga sering kesemutan terutama di kaki, sering timbul bisul, penglihatan kabur, infeksi jamur dan gatal terutama di sekitar kemaluan. Ia menjelaskan, DM tidak pandang usia, baik muda maupun orang dewasa. Faktor penyebab DM melitus yaitu keturunan, stres, gaya hidup, pola makan tidak teratur dan jarang atau kurang berolahraga.Sedangkan untuk mencegah penyakit tersebut diantaranya berhenti merokok, hindari terlalu sering mengkonsumsi minuman yang manis, atur porsi makan dan olahraga teratur. "DM disebabkan karena tubuh kekurangan insulin atau jumlah insulinnya cukup, namun tidak mampu bekerja dengan baik. Insulin berfungsi untuk menurunkan kadar gula dalam darah, yang bekerja dengan cara merangsang sel-sel tubuh agar menyerap gula dan meningkatkan jumlah gula yang disimpan dalam hati,” jelasnya. Karena itu, Aron menyarankan, untuk melakukan pemeriksaan gula darah secara mandiri, merupakan usaha yang terpenting dalam pengendalian diabetes."Untuk mencapai gula darah yang terkendali agar memeriksa gula darah beberapa kali sehari atau sesuai petunjuk dokter," pungkasnya.(BS03)