Beritasumut.com-Berdasarkan data milik Dinas Kesehatan Sumut, sejak Januari hingga September 2016, sebanyak 5.299 orang menderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan 32 orang meninggal dunia karena gigitan nyamuk Aedes Aegypti tersebut. Dari 33 kabupaten/kota yang ada di Sumut, kasus DBD tertinggi, pada peringkat pertamanya terjadi di Kota Medan yakni sebanyak 1.165 penderita dengan 5 meninggal, disusul Deli Serdang sebanyak 739 penderita dan 1 meninggal serta Simalungun sebanyak 698 penderita namun tidak ada yang meninggal."Jumlahnya masih tinggi. D isejumlah Kabupaten lain juga ada yang meninggal. Total yang meninggal karena DBD ada 32 orang," sebut Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan (Kabid PMK) Dinas Kesehatan Sumut, dr NG Hikmet, Senin (17/10/2016). Terkait tingginya penyakit DBD di Kota Medan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan drg Usma Polita Nasution mengakuinya. Menurutnya, hal ini dikarena Kota Medan memiliki jumlah penduduk yang padat dan memiliki bangunan tinggi, sehingga nyamuk Aedes Aegypti dapat berkembang biak. Faktor lainnya, sambung Usma, seperti prilaku masyarakat dan juga iklim cuaca. Maka, usma menyebutkan hal yang paling efektif harus dilakukan masyarakat adalah Pemberantasan Sarung Nyamuk (PSN) dengan menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, menanam barang-barang bekas. "Ketika sakit, datangi Puskesmas terdekat dan laporkan ke Puskesmas untuk di foging. Bagi seluruh sarana pelayanan diminta melaporkan kasus DBD ke Dinas Kesehatan Medan," pungkasnya. (BS03)