Dinkes Sumut Belum Dapati Vaksin Palsu

- Jumat, 23 September 2016 07:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092016/3868_Dinkes-Sumut-Belum-Dapati-Vaksin-Palsu.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Vaksin Palsu
Beritasumut.com-Tim Satuan Tugas (Satgas) Vaksin Palsu Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) masih terus bekerja untuk menelusuri dugaan peredaran vaksin palsu di provinsi ini. Namun hingga kini, sebut Ketua Satgas Vaksin Palsu, NG Hikmet, kendati hampir seluruh sarana kesehatan di Kota Medan telah digeledah petugas yang terdiri dari Dinas Kesehatan Sumut, Polda, dan BBPOM, akan tetapi belum membuahkan hasil.

 

"Hasilnya masih nihil. Saat ini kita terus menelusurinya," jelas Hikmet kepada wartawan, Kamis (22/09/2016) di ruang kerjanya. Meski belum ada hasil, sambung Hikmet, timnya akan terus bekerja sampai provinsi ini benar-benar bebas dari peredaran vaksin palsu.

 

"Nanti akan kita evaluasi kerja-kerja yang sudah dilakukan, seperti apa selanjutnya," imbuhnya. Lebih lanjut, Hikmet menjelaskan, usai selesai melakukan penelusuran di sarana kesehatan yang ada di Kota Medan, selanjutnya tim akan menelusuri peredaran vaksin palsu ini ke daerah-daerah lainnya.

 

"Ya, kita terus bekerja, sampai provinsi kita bebas dari ancaman peredaran vaksin palsu," jelasnya. Sebelumnya, pembentukan satgas vaksin palsu ini merupakan tindak lanjut dari workshop bulan Juli lalu, di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dalam membahas penganggulangan dampak vaksin palsu.

 

Hikmet menjelaskan, seluruh utusan dari Dinas Kesehatan Provinsi seluruh Indonesia sudah menyepakati pembentukan satgas vaksin palsu. Jika ada indikasi vaksin palsu, maka petugas akan melakukan pendataan dan korbannya akan divaksinasi ulang.

 

"Secara kasat mata memang, vaksin palsu tidak bisa diketahui. Terkecuali, ada indikasi dan dilanjutkan dengan uji laboratorium. Oleh karenanya, satgas ini penting dibentuk untuk menelusuri dugaan peredaran vaksin palsu di provinsi Sumut," tandasnya. (BS03)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Dinkes Sumut Imbau Jemaah Haji Waspada Virus MERS-CoV

Kesehatan

Sudah Berjalan, Satgas Vaksin Palsu di Sumut Terdiri dari Tiga Instansi