Beritasumut.com-Direktur RSUD dr Pirngadi Medan, Edwin Effendy menjamin, bahwasanya obat palsu tidak akan sampai beredar di rumah sakit milik Pemko Medan itu. Hal tersebut dikatakannya, saat disinggung mengenai maraknya sejumlah temuan obat palsu di Jakarta yang berlangsung baru-baru ini. "Tidak mungkin ada obat palsu di RS Pirngadi ini. Karena kita langsung mengambilnya dari jalur yang resmi," tegasnya di kantornya, Kamis (15/09/2016). Untuk itu, Edwin mengatakan, agar para pasien yang ada di RSUD dr Pirngadi Medan, supaya tidak perlu khawatir mengenai obat palsu itu. Karena, obat yang beredar di RS ini, merupakan obat legal dari Kementerian Kesehatan. "Pasien nggak perlu khawatir. Karena untuk RS pemerintah ataupun Puskesmas sumber obatnya jelas asal-usulnya," sebutnya. Edwin menjelaskan, semua obat yang terdapat di RSUD dr Pirngadi, keseluruhannya sesuai dengan ekatalog yang sudah ditunjuk. Makanya, ujar Edwin, obat-obat yang digunakan akan lebih terjamin. "Selaku RS pemerintah tentu bertanggung jawab penuh terhadap obat pasien. Karena tidak ada sistem komersil disini," katanya. Meskipun begitu, Edwin mengaku, pihaknya tidak perlu membentuk tim untuk melakukan antisipasi atas kemungkinan obat palsu sampai menyusup ke RS Pirngadi. Karena kemungkinannya untuk masuk, dianggapnya mustahil. "Nggak perlu sampai bentuk tim. Karena jalur distribusinya sampai ke kita jalurnya sudah resmi," pungkas Edwin. Sementara itu, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumut, Abu Bakar Siddik menyampaikan, untuk mengantisipasi penyebaran obat palsu, seharusnya Dinas Kesehatan dan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan melakukan koordinasi untuk mengawasi peredaran obat. Menurutnya, selama ini pengawasan obat masih kurang, dan tidak menutup kemungkinan ada obat palsu sampai beredar. "Pengawasan harus ditingkatkan. Karena tidak memungkin obat palsu itu sampai beredar," tegasnya. (BS03)