Penjualan Obat Non Generik Anjlok, Apotek Terpaksa Tutup

- Selasa, 13 September 2016 21:10 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092016/8954_Penjualan-Obat-Non-Generik-Anjlok--Apotek-Terpaksa-Tutup.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Obat
Beritasumut.com-Penjualan obat non generik saat ini dinilai anjlok, tidak sebanding dengan tingginya penjualan di era sebelumnya. Ketua Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi Sumatera Utara (Sumut) Amin Wijaya, mengungkapkan, penurunan omzet penjualannya bahkan mencapai 40 persen.

 

"Sejak era BPJS Kesehatan ini pengaruhnya kepada obat non generik memang sangat besar. Dalam dua tahun belakangan ini penjualannya sudah menurun sampai 40 persen," ungkapnya, Selasa (13/09/2016).

 

Berbeda dengan obat generik, jelas Amin, penjualannya jauh meningkat drastis. Dia mengatakan, saat ini penjualan obat generik sudah mengalami kenaikan lebih dari 100%. "Kalau obat generik sangat banyak kenaikannya. Karena dimana-mana masyarakat sudah memakai BPJS Kesehatan untuk berobat, sehingga pemakaian obat generik pun meningkat," sebutnya.

 

Akibatnya, sambung Amin, banyak perusahaan obat yang kini terpaksa memilih untuk memangkas produksi obat non generik yang mereka hasilkan. Sementara, untuk obat generik, produksinya lebih ditingkatkan. "Ada pabrik yang memang memangkas produksi non generiknya dan lebih meningkatkan produksi generik. Ini harus dilakukan, jika bisnisnya tidak ingin terpuruk," jelasnya.

 

Amin menilai yang paling berdampak signifikan akibat situasi ini adalah pihak distribusi seperti apotik. Penurunan penjualan obat tersebut yang ada pada mereka, sangat begitu dirasakan. "Kalau BPJS itu kan obatnya ekatalog, jadi sudah ada tendernya. Sedangkan pihak distribusi kan tidak bisa, makanya seharusnya dalam BPJS ini mereka juga dilibatkan," imbuhnya.

 

Meskipun demikian, Amin mngungkapkan GP Farmasi sangat mendukung pemakaian obat generik dimasyarakat. Karena, dengan obat generik, beban masyarakat untuk mendapatkan obat lebih ringan. "Kalau kita di GP Farmasi sudah lama mendukung pemakaian obat generik ini. Karena akan sangat membantu masyarakat," tandasnya.

 

Sementara itu, akibat kondisi tersebut, sejumlah Apotek di Kota Medan terpaksa memilih tutup, karena penjualan mereka merosot tajam. Seperti yang terjadi pada apotek dikawasan Jalan HM Yamin, Medan tepatnya disekitar kawasan RSUD dr Pirngadi Medan, sudah ada 3 apotik yang menutup usahanya.

 

Pemilik Apotek Medan yang ada dikawasan ini mengaku, penjualan obat ditempatnya sudah diujung tanduk. Resep dokter yang biasanya dapat mereka peroleh sudah sangat jarang terjadi.

 

"Jangankan obat non generik, semua obat di tempat kita sejak BPJS ini berlaku sudah sepi. Dalam sehari pun belum tentu ada obat resep yang ditebus. Paling yang bisa dijual cuma obat-obat biasa saja, makanya sudah ada tiga apotik disekitar sini yang tutup. Ke depan, bisa jadi kita juga," ujar perempuan pemilik Apotek yang enggan menyebutkan namanya. (BS03)


Tag:
.

Berita Terkait

Kesehatan

Menaker: Nyawa Pekerja Tak Boleh Jadi Taruhan, Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja

Kesehatan

Jaga Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Pertamina Sumbagut Borong 12 PROPER Hijau

Kesehatan

Pertamina Sumbagut Dorong Kemandirian Ekonomi Warga, Hadirkan Foodcourt UMKM di Aceh Besar

Kesehatan

Pertamina Sumbagut Gandeng BKKBN Dukung Pembangunan Keluarga dan Kesejahteraan Pekerja

Kesehatan

Implementasi Permendag 24/2025 Tersendat, KADIN Dorong Impor Plastik Bekas Terkendali

Kesehatan

Siap-siap! Kemnaker Buka Lagi Pembinaan K3 Gratis untuk 2.100 Peserta