Beritasumut.com-Limbah medis asal Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Medan, hingga saat ini masih terkumpul di Puskesmas Belawan. Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Medan, drg Irma Suryani mengatakan, usai melakukan pembakaran limbah medisnya sendiri, pihaknya belum pernah melakukan pengiriman sisa pembakaran ke Cibinong, Jakarta. "Incenerator milik kita kan belum lama berfungsi, baru sekitar setahun usai tak lagi mengirimkan limbah medis ke RSUD dr Pirngadi. Lagi pula memang belum banyak, makanya belum dikirim," ungkapnya drg Irma di kantornya, Rabu (07/09/2016). Irma mengakui, memang setelah memiliki inceneratornya sendiri, ada sisi keuntungan yang di dapat. Pasalnya, Puskesmas tak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk urusan limbah medis mereka."Paling hanya untuk akomodasi angkutnya saja. Kalau biaya lainnya, sudah tidak ada lagi," sebutnya. Namun begitu, untuk pembuangan sisa pembakaran incenerator, lanjut Irma, Kota Medan masih belum memilikinya. Sejauh ini masih bergantung di Cibinong untuk pembuangan selanjutnya."Kita tidak bisa bilang butuh atau nggak. Soalnya kan harus ada kajian dulu, terutama soal lingkungan hidup," ungkapnya. Sementara itu, Walikota Medan Dzulmi Eldin sebelumnya sempat mengatakan agar kiranya rumah sakit (RS) juga dapat memiliki inceneratornya sendiri. Karena menurutnya, hal itu tidak merugikan, tapi bahkan malah menguntungkan pihak RS sendiri."Kita harapkan RS yang mampu dapat membuatnya, kalau yang tidak akan kita siapkan nanti. Kedepan, hal ini mungkin akan menjadi program perencanaan yang harus kita siapkan, baik sarana dan prasarananya," ujarnya singkat. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Usma Polita mengatakan sejauh ini incenerator di Puskesmas Belawan masih dikhususkan untuk limbah medis milik Puskesmas saja. "Sementara limbah medis milik RS masih belum," tuturnya singkat.(BS03)