Beritasumut.com-Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) Agustama menegaskan, bahwasanya sejauh ini virus zika belum ditemukan di Provinsi ini. Meskipun begitu, segala langkah antisipasinya, kata dia terus dilakukan."Belum ada ditemukan virus zika disini (Sumut). Penyebarannya sejauh ini masih terus dipantau, khususnya di bandara," ungkapnya, Selasa (06/09/2016).Untuk itu, Agustama mengimbau kepada masyarakat, supaya dapat melaksanakan 3M plus dilingkungannya. Yakni menguras, menutup, dan mengubur potensi sarang nyamuk, serta plus mencegah gigitannya dengan menggunakan repelan, obat nyamuk, atau kelambu saat tidur juga menata ruangan agar menjadikan nyamuk tidak memiliki tempat bersembunyi."Vektor penyebaran virus zika ini kan sama dengan Demam Berdaraha Dengue (DBD). Jadi, antisipasi yang bisa dilakukan dimasyarakat, pencegahannya sama dengan DBD," jelasnya.Namun Agustama menyatakan, masyarakat jangan terlalu panik dengan kabar virus zika yang terjadi di Singapura belakangan ini. Karena sebetulnya, virus zika tidak sampai menyebabkan kematian bagi penderitanya."Tetapi memang, virus zika dapat menyebabkan microchepalus (pengecilan kepala). Itu yang harus diwaspadai," ujarnya.Selain itu, Agustama juga mengaku, Dinas Kesehatan Sumut tidak menyediakan anggaran untuk mengantisipasi penyebaran virus zika tersebut. Kegiatannya, ucap dia, hanya memanfaatkan apa yang sudah ada saja tersedia."Untuk anggarannya juga tidak ada. Karena itu tadi, virus zika kan tidak menyebabkan kematian. Jadi hanya memanfaatkan sarana yang sudah ada saja," tandasnya.Sebelumnya, praktisi kesehatan Sumatera Utara (Sumut), Dr dr Umar Zein, DTM&H, Sp.PD, KPTI menduga, virus zika ada terdapat di provinsi Sumut ini. Hal itu katanya, mengingat vektor penularnya adalah nyamuk aedes aeghipty.Bahkan, Menteri Kesehatan (Menkes), Nila F Moeloek sebutnya, sudah mengonfirmasi bahwasanya virus ini sudah masuk dan menjangkit suku anak dalam, di Jambi. Meski Menkes belum dapat memastikan berapa jumlah warga yang sudah terjangkit.(BS07)