Virus Zika, Seberapa Berbahaya?

- Rabu, 31 Agustus 2016 19:10 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir082016/357_Virus-Zika--Seberapa-Berbahaya-.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Virus Zika
Beritasumut.com-Virus Zika yang santer terdengar baru-baru ini bukanlah pertama kalinya. Virus ini lebih dulu ditemukan pada seekor monyet resus di hutan Zika, Uganda, pada tahun 1947. Pengamat kesehatan DR dr Umar Zein DTM&H SpPD KPTI menerangkan, virus zika merupakan virus baru golongan flavivirus yang menimbulkan penyakit pada manusia, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti saat menggigit monyet di Uganda.

 

"Zika adalah nama Hutan di Uganda, tempat monyet yang terinfeksi virus ini. Penularan penyakit virus zika ini pada manusia menyebar di beberapa Negara di Afrika dan Asia. Umumnya gejala yang ditimbulkannya adalah demam, nyeri sendi dan kemerahan pada kulit," ujar dr Umar.

 

Dia melanjutkan, virus Zika yang telah menginfeksi manusia dapat menimbulkan gejala yang menyerupai gejala penyakit dengue dan chikungunya, serta dapat berlangsung beberapa hari hingga satu minggu.

 

Virus yang dapat menimbulkan kecacatan janin bila menyerang ibu hamil ini, menurut dia, sudah menyebar di Micronesia. "Pada tahun 2007 lalu, penyakit ini menyebar di Yap Island Micronesia, kemudian menyebar lagi ke beberapa Negara di Oceania, sebelum sampai di Amerika melalui Pulau Easter," imbuhnya.

 

dr Umar menambahkan, mencegah gigitan nyamuk adalah salah satu tindakan pencegahan awal yang bisa membantu terhindar dari infeksi virus Zika. Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan saat berada di daerah yang terjangkit virus Zika, antara lain memastikan tempat tinggal memiliki tirai pintu dan jendela yang dapat mencegah nyamuk masuk ke ruangan, mengunakan kelambu di tempat tidur, serta memakai lotion anti nyamuk atau pakaian tebal untuk mencegah gigitan nyamuk.

 

Kemungkinan kata dia, virus ini sudah sampai ke negara lain, termasuk Indonesia, melalui perpindahan penduduk yang tinggi antar negara, serta vektor penular Nyamuk Aedes Aegypti yang memang banyak terdapat di Indonesia. (BS02)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Cetak Empat Gol Tanpa Balas, PSMS Kudeta Persikad dari Puncak Grup A

Kesehatan

Pesta Gol di Stadion Utama Sumut, PSMS Libas Persiku 6-0

Kesehatan

Hadapi Persiku, PSMS Target Tiga Poin di Stadion Utama Sumut

Kesehatan

PSMS vs PSPS Berakhir Imbang, Suporter Meraung di Stadion Utama Sumut

Kesehatan

Badan Legislasi DPR RI Kunjungi Kadin Sumatera Utara Bahas Penyusunan RUU Kadin

Kesehatan

Hari Pahlawan, PLN Dorong Guru SMK Jadi Pelopor Konversi Motor Listrik di Kota Medan