drg Irma Suryani:Tenaga Medis yang Ada Sudah Mampu Beri Layananan Psikolog

- Senin, 29 Agustus 2016 21:22 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir082016/1995_drg-Irma-Suryani-Tenaga-Medis-yang-Ada-Sudah-Mampu-Beri-Layananan-Psikolog.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Tenaga medis.

Beritasumut.com-Dari 155 diagnosa penyakit di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), salah satu yang dihandle yakni depresi.Hal tersebut dikatakan Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Medan, drg Irma Suryani. Menurut drg Irma, untuk layanan psikolog di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) sudah dapat dihandle oleh tenaga medis yang tersedia."Sepanjang pengalaman, yang namanya pasien berobat, kita juga melakukan komunikasi. Karena contohnya, kalau orang yang mengalami masalah lambung, stres sedikit saja gampang terpancing sakit lambungnya,” ujar Irma, Senin (29/08/2016).Meskipun begitu, menurut Irma, kalau memang dibutuhkan tenaga ahli seperti psikolog ataupun konsultan di FKTP, sepanjang itu baik, bisa saja dilaksanakan. Namun, hal ini tentunya bakal terbentur dengan ketersediaan anggaran.“Tapi karena kondisi kita tidak punya tenaga yang memadai, kita maksimalkan saja tenaga yang sudah ada. Karena dokter, perawat, ataupun bidannya kan memang dibekali ilmu psikologi. Karena hal itu merupakan satu bagian yang utuh, tidak terpisah-pisah,” jawabnya.Memang, lanjut Irma, pendapat mengenai stres dapat menurunkan daya tahan tubuh, hal itu benar adanya. Untuk itu, dokter atau para medis (perawat) yang ketemu dengan pasien, tentu akan mewanti-wanti dengan membangun komunikasi dalam penanganannya."Dalam merawat pasien itu tidak terkotak-kotak. Harus dilihat secara keseluruhan dalam memberikan pelayanan. Jadi pasien juga disupport, dimotivasi agar cepat sembuh,” jelasnya.Selain itu, Irma juga menyampaikan, jika saat ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga tengah menyusun standar minimal baru program kesehatan. Disitu persoalan kesehatan jiwa direncanakan turut diatur di dalam kegiatannya.“Kedepan, salah satu program yang sedang dikembangkan Kemenkes itu adalah program kesehatan jiwa. Kalau tenaganya cukup, boleh dilakukan. Tapi kalau tenaganya tidak cukup, yang ada saja yang dioptimalkan," tegasnya.Sebelumnya, Direktur Minauli Consulting, Irna Minauli mengusulkan agar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dapat mengcover pelayanan psikolog di Fasyankes."Apalagi, Dinas Kesehatan Kota Medan memiliki anggaran untuk menanggung kesehatan masyarakat dengan meluncurkan program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Medan Sehat (JPKMS) yang sat ini sudah terintegrasi ke BPJS Kesehatan," ujar Irna. (BS03) 


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Pusat Psikologi TNI Fasilitator Pelatihan Nasional Pertolongan Psikologi Awal

Kesehatan

Rumah Sakit Pirngadi Medan Programkan Jemput Bola Pasien Hemodialisa

Kesehatan

Kepala Pusat Psikologi TNI Membuka Rakornis Psikologi TNI

Kesehatan

Pemerintah Segera Selesaikan Klaim Pelayanan Pasien COVID-19

Kesehatan

Jadi Narasumber Webinar Kanker, Nawal Lubis Sebut Dukungan Keluarga Penting Bagi Pasien Kanker

Kesehatan

Peringatan Hari Keselamatan Pasien Sedunia, Dirut RSUP HAM Sebut Ini Harus Jadi Budaya