Beritasumut.com-Dari 39 Puskesmas yang ada di Medan, baru sekitar 12 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang sudah memiliki apotakernya sendiri. Menurut Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Medan, drg Irma Suryani, minimnya jumlah apoteker ini dikarenakan di Dinas Kesehatan Medan Sumber Daya Manusia (SDM) nya terbatas. Sehingga, dari jumlah yang ada, disitulah penempatan yang masih bisa dilakukan."Belum semua apoteker terdapat di Puskesmas kita. Sejauh ini masih 12 saja yang sudah ada," sebut drg Irma Suryani, Senin (29/8/2016) di kantornya.Irma menjelaskan, ke-12 Puskesmas tersebut ialah Puskesmas Padang Bulan, Teladan, Belawan, Medan Deli, Sukaramai, Helvetia, Mandala, Sentosa Baru, Sei Agul, Kampung Baru, Kota Matsum, serta Puskesmas Selayang. Sementara sisa Puskesmas yang lainnya, sejauh ini masih memakai asisten apoteker."Kalau untuk asisten apoteker, masing-masing Puskesmas sudah memiliki 1 atau 2 orang yang bertugas," terangnya.Lebih lanjut Irma mengatakan, lulusan apoteker khususnya di Kota Medan memang sebetulnya cukup banyak tersedia. Hanya saja apoteker yang diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Kesehatan masih sangat sedikit."Sebenarnya kita butuh penambahan apoteker, supaya masing-masing Puskesmas dapat terdistribusi apotekernya," ucapnya.Irma berharap, masalah SDM tersebut kedepan dapat terjawab. Agar kelengkapan Puskesmas sebagai sarana fasilitas kesehatan tingkat pertama dapat terpenuhi."Dalam waktu dekat kita akan berupaya menambah jumlah apoteker ini di Puskesmas," tegasnya.Sementara itu, Kepala Puskesmas Bestari dr Indra Gunawan mengaku bahwasanya belum dimilikinya apoteker di Puskesmasnya tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pelayanan kepada pasien. Karena menurut dia asisten apoteker yang bertugas di Puskesmas sudah cukup berpengalaman."Namun alangkah baiknya seluruh Puskesmas memang memiliki apoteker. Meski, secara tidak langsung masalah obat di Puskesmas lebih sederhana," seru dr Indra. (BS03)