Beritasumut.com-Pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan asal daerah membludak di beberapa Rumah Sakit di Medan. Para pasien ini merupakan rujukan dari daerah. Alhasil, pasien terpaksa harus rela antri selama berjam-jam, baru selanjutnya bisa dilayani terkait permasalahan kesehatan yang dialami.Anggota Komisi B DPRD Medan Bahrumsyah mengatakan, penumpukkan pasien ke rumah sakit tertentu diduga karena adanya permainan antara rumah sakit provider BPJS Kesehatan dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama. "Indikatornya, rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama, puskesmas atau klinik banyak yang langsung ke rumah sakit tipe B dan A. Padahal seharusnya, jenis atau kategori penyakit masih bisa ditangani RS tipe C," ungkap Bahrumsyah, Kamis (25/08/2016).Indikator lainya, Puskesmas merujuk pada rumah sakit tertentu. Padahal di daerahnya ada lebih dari satu rumah sakit penerima rujukan kelas C."Kita yakin ada mafia. Kongkalilong (permainan) antara pihak fasilitas kesehatan tingkat pertama dengan rumah sakit rujukan. Ada keuntungan yang diberikan pihak rumah sakit kepada yang memberikan rujukan," katanya.Buruknya pelayanan BPJS Kesehatan ini menjadi tanggunghjawab Dinas Kesehatan dan BPJS Kesehatan. Dinas kesehatan sebagai satuan kerja teknis bertanggungjawab terhadap tatanan pengelolaan rumah sakit. Termasuk penempatan tenaga medis secara merata.Sedangkan BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara kesehatan tidak boleh lepas tangan dan terkesan hanya bertugas sebagai pengelola keuangan semata. Menerima iuran dan menyalurkan klaim kepada provider.BPJS harus menjamin semua provider siap menerima rujukan, baik dari sisi pelayanan medis juga fasilitas pendukung lainya. "Masyarakat itu sudah membayar iuran, jadi sangat berhak untuk mendapatkan layanan kesehatan," katanya.BPJS Kesehatan menerapkan sistem rayon, menghindari terjadinya penumpukkan. Sehingga pelayanan kesehatan bisa lebih merata dan tidak terjadi antrean hingga berjam-jam. "Orang sakit itu butuh penanganan cepat, kalau harus menunggu lama-lama bisa jadi tambah sakit," pungkasnya. (BS03)