Beritasumut.com-Sebagai rumah sakit pemerintah tipe B, RSUD dr Pirngadi Medan belum memiliki Unit Transfusi Darah (UTD) nya sendiri. Untuk itu, Direktur RS Pirngadi, Edwin Efendy mengaku pihaknya menargetkan, pada akhir 2016 ini, rumah sakit tersebut sudah memiliki UTD."Segera kita upayakan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, di akhir tahun ini sudah tercapai," ungkapnya, Jumat (19/08/2016). Hal ini dilakukan, kata Edwin, mengingat RS Pirngadi sangat membutuhkan darah dalam jumlah yang besar. Sementara, Permenkes No. 83 tahun 2014, menyebutkan bahwa UTD hanya diselenggarakan di rumah sakit pemerintah dan Palang Merah Indonesia (PMI) saja. Sebelumnya, Penanggung Jawab Bank Darah RSUD dr Pirngadi, dr Renata NH Nainggolan MKed (ClinPath) Sp PK menjelaskan, hingga saat ini kebutuhan darah di RS Pirngadi memang cukup tinggi. Dalam sehari, mereka harus mengeluarkan sebanyak 30 kantong darah untuk memenuhi kebutuhan pasien.“Kalau dalam sebulan, kita bisa mengeluarkan hingga sebanyak 800 kantong bahkan seribu kantong darah,” ujar Renata. Permintaan akan darah di rumah sakit tersebut, jelas Renata, tergantung dari ruangan dan dokter atau tergantung dari chase perchase (kasus per kasus) yang ditangani. “Terkadang ada satu pasien yang butuh satu atau tiga kantong darah seharinya,” jelasnya. “Kami berharap, RS Pirngadi dijadikan UTD. Sebagai warga negara yang baik dan patuh terhadap pemerintah, kami berharap yang terbaik. Kami harus dijadikan UTD sehingga kami bisa melakukan kegiatan donor darah. Kami berharap yang terbaik, kami ini hanya sebagai pelayan,” pungkasnya menambahkan.(BS03)