Hati-hati, Kebiasaan Nyirih Bisa Picu Penyakit Kanker

- Rabu, 17 Agustus 2016 20:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir082016/3739_Hati-hati--Kebiasaan-Nyirih-Bisa-Picu-Penyakit-Kanker.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Menyirih sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian masyarakat di Indonesia
Beritasumut.com-Menyirih, bagi sebagian masyarakat di Indonesia sudah menjadi kebisaan. Meski begitu, banyak yang tidak mengetahui jika menyirih juga dapat meberikan dampak negatif. 

 

Dokter Spesialis Bedah Onkologi RSUP Haji Adam Malik Medan, Dr H Kamal Basri Siregar MKed (Surg) SpB (K) Onk FINACS, mengungkapkan, jika terlalu sering menyirih, dapat menyebabkan iritasi kronis dan merangsang terus menerus sel-sel rongga mulut sehingga bisa memicu kanker.“Menyirih bisa menyebabkan kanker lidah dan kanker gusi. Jadi, kalau ada yang beranggapan gigi akan sehat, jusru belum tentu pada bagian yang lain, karena mengakibatkan mulut kurang bersih,” ujarnya.

 

Sirih sendiri adalah sejenis tumbuhan merambat, di mana daun dan buahnya dikunyah bersama gambir, pinang, dan kapur disaat aktifitas nyirih dilakukan. Selain itu, sirih juga kerap dihadirkan dalam kehidupan dan berbagai upacara adat."Memang, ada beberapa manfaat menyirih, seperti meningkatkan kapasitas bekerja dan menghangatkan tubuh. Menyirih juga kerap dilakukan untuk menghindari kebosanan dan menekan rasa lapar," sebutnya.

 

Selama ini Kamal mengaku sudah banyak menerima pasien penderita kanker lidah dan gusi yang disebabkan oleh kebiasaan menyirih. Untuk itu, Kamal mengimbau kepada masyarakat yang masih hobi menyirih untuk mengurangi dan terus menjaga kebersihan mulutnya.“Sudah banyak pasien kami yang kanker lidah dan gusi disebabkan menyirih. Itu tentu bukti konkret yang harus dipahami masyarakat,” ucapnya.

 

Untuk mencegah kanker lidah dan gusi, Kamal mengajak masyarakat untuk hidup cerdik. Artinya kata dia, masyarakat harus cek kesehatan secara rutin, hindari asap rokok, rajin berolahraga, diet seimbang, istirahat yang cukup, dan mengelola stres.

 

Secara umum, Kamal menerangkan, terdapat beberapa gejala kanker yang harus diketahui. Misalnya, pada saat buang air kecil ada gangguan atau perubahan warna urine, sukar menelan, suara serak atau batuk yang tidak kunjung sembuh, payudara atau bagian lain memperlihatkan benjolan, tahi lalat yang berubah sifat atau semakin membesar atau gatal, dan ada luka yang tidak kunjung sembuh."Jika menemukan gejala atau tanda-tanda yang mencurigakan itu, segera periksa," pungkasnya.(BS03)

 


Tag:

Berita Terkait