Pembentukan Kampung KB Harus Dirasakan Langsung Oleh Masyarakat

Redaksi - Minggu, 14 Agustus 2016 14:10 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir082016/8145_Pembentukan-Kamoung-KB-Harus-Dirasakan-Langsung-Oleh-Masyarakat.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

Beritasumut.com-Pembentukan kampung KB harus dirasakan secara langsung oleh masyarakat, terutama yang berada di wilayah miskin, padat penduduk, tertinggal, terpencil, dan wilayah nelayan di seluruh tanah air. Karenanya, dibutuhkan dukungan lintas sektor guna mewujudkan keluarga sejahtera di kampung KB.Hal ini diungkapkan Deputi Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB-KR) BKKBN Pusat, Sri Rahayu. “Diharapkan juga dapat melakukan delapan fungsi keluarga. Keluarga tidak hanya merupakan tanggung jawab BKKBN semata. Namun juga dukungan lintas sektor yang lain,” pinta Sri Rahayu saat pencanangan Kampung KB Provsu di Desa Percut, Deli Serdang, akhir pekan lalu.Kampung KB ini menjadi salah satu inovasi strategis dalam upaya pelaksanaan kegiatan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) secara utuh dan terintegrasi, baik intern BKKBN maupun lintas sektor di tingkat lini lapangan.Data susenas tahun 2015 jelasnya, Sumatera Utara (Sumut) mempunyai angka contraceptive prevalence rate (CPR) cara modern dibawah nasional yaitu 46,94 persen (nasional 58,99 persen), Total Fertility Rate (TFR) di atas nasional sebesar 2,69 persen (nasional 2,29 persen) masuk dalam kuadran II merupakan prioritas garapan program KB.“Keluarga merupakan wadah terkecil di dalam masyarakat yang terdiri dari orangtua dan anak. Di dalam wadah itulah anak-anak diharapkan mendapatkan arahan danbimbingan," sebutnya.Perwakilan Kepala BKKBN Sumut, Temazaro Zega menyebutkan, kampung KB ini dipadukan dengan program-program dari lintas sektor seperti dinas kesehatan, dinas pendidikan, perikanan dan kelautan, sosial, pekerjaan umum, pertanian dan dinas terkait lainnya.“Dengan adanya kampung KB ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi angka kemiskinan masyarakat setempat,” ujarnya.Secara umum, sambungnya, pencanangan kampung KB ini sebagai sarana dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui program KKBPK.“Tujuan khususnya, untuk meningkatkan serta mendekatkan akses masyarakat yang sulit terjangkau pada program KKBPK. Kemudian, memperkuat sinergitas lintas sektor di Provinsi Sumut dalamusaha mewujudkan masyarakat yang berkualitas,” jelasnya.Bupati Deli Serdang, Ashari Tambunan menyakinkan bahwa pencanangan kampung KB di Dusun XIV dan XV, Persut Sei Tuan, Kecamatan Percut Sei Tuan ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan desa lainnya di Deli Serdang. Program ini harus didukung sepenuhnya, dan lintas sektor harus pro aktif.“Saya berpesan, mari jadikan ini sebagai langkah dalam mewujudkan keluarga berkualitas, yang bermoral dan memiliki pendidikan yang luas,” tuturnya.(BS07)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Pertamina Sumbagut Gandeng BKKBN Dukung Pembangunan Keluarga dan Kesejahteraan Pekerja

Kesehatan

Forum SMAN 1 Panti Angkatan VII Agendakan Berbagai Program Jelang Reuni Akbar

Kesehatan

Reses DPR ke Polres Pematangsiantar, Hinca Pesankan ini ke AKBP Sah Udur

Kesehatan

Serahkan Piala Juara Liga 4, Gubernur Harapkan Sepakbola Sumut Makin Berkembang

Kesehatan

Gubernur Sumut Gandeng USU Wujudkan Kolaborasi Sumut Berkah

Kesehatan

Walikota: Mari Kuatkan Niat, Ikhtiar, dan Ikhlas Membangun Medan