Beritasumut.com-Harga cairan NaCL (Natrium Chlorida) 0,9 persen mengalami kenaikan cukup tinggi di Kota Medan. Ini setelah hampir tiga bulan cairan tersebut sangat sulit didapat alias langka di Medan. Padahal, cairan tersebut memiliki fungsi penting, yakni sebagai pencuci luka dan berguna bagi pasien yang mengalami dehidrasi. Kelangkaan cairan NaCL yang juga berperan penting bagi pasien cuci darah itu dikhawatirkan mengancam keberlangsungan pasien yang mengikuti jadwal cuci darah. Karena saat cuci darah, pasien membutuhkan sebanyak 1500 cc NaCL. Menurut salah seorang sumber yang enggan menyebutkan nama, kelangkaan NaCL itu sudah terjadi hampir tiga bulan terakhir. Beberapa apotek yang biasa menjual cairan tersebut di wilayah Pringgan, Setia Budi bahkan di Gatot Subroto kosong.Kalau pun ada, harganya sudah naik tiga kali lipat, dari biasanya Rp 6.500 per botol isi 500 cc kini menjadi Rp 17.000 hingga Rp 20.000. Karena itu, dia berharap pemerintah segera memberi perhatian terhadap kelangkaan ini.“Kelangkaan NaCL ini bisa mengancam bagi pasien yang memang wajib cuci darah,” ujarnya, Jumat (12/08/2016). Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua GP Farmasi Kota Medan Hoesni. Cairan tersebut diakuinya saat ini sedang kosong, namun ia pun juga mengatakan tidak mengetahui secara pasti apa penyebabnya.“NaCL 0,9 persen memang kosong. Saya juga dapat informasi seperti itu, dan sudah berlangsung dua minggu belakangan ini," ujarnya. Terpisah Kasubag Humas RSUP H Adam Malik Sairi Saragih saat disinggung terkait keberadaan NaCL di rumah sakit milik kementerian kesehatan itu mengaku stoknya yang tersedia cukup.“Pengadaan kita sudah kontrak hingga Desember 2016, jadi stok NaCL kita cukup untuk pasien yang ditangani di rumah sakit,” ujarnya. Hal senada juga diungkapkan Kabag Hukum dan Humas RSUD Pirngadi Edison Perangin-angin. Sampai saat ini katanya, belum ada keluhan terkait kekosongan NaCL. Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumut Agustama yang dihubungi terkait kekosongan NaCL ini menyebutkan bahwa kekosongan itu berasal dari pusat.“Namun produk lain yang menyamai NaCL ada kok, cuma beda pabrik saja dan harganya juga sedikit lebih mahal dari NaCL,” ujarnya. Agustama menambahkan, NaCL tersebut cenderung lebih diprioritaskan untuk rumah sakit pemerintah. “Coba saja cek di RSUP H Adam Malik atau RS Haji,” pungkasnya menyarankan. (BS03)