Beritasumut.com-Pelayanan di RSUD dr Pirngadi Medan kembali dikeluhkan oleh para pasien. Ini tentuk cukup ironi mengingat RS milik Pemko Medan ini umurnya sudah 88 tahun. Salah satu hal yang dikeluhkan oleh pasien maupun keluarga pasien adalah minimnya kehadiran dokter. Susi, istri dari pasien penderita prostat saat ditemui di Ruang Rawat Inap Kelas III RS dr Pirngadi ini misalnya. Ia mengaku, dokter di RS tersebut hanya dapat ditemui olehnya minimal seminggu sekali."Yang sering adalah dokter coass. Kalau dokter yang menangani, paling hadirnya hanya seminggu sekali," ujarnya, Senin (08/08/2016). Kendati begitu, Susi mengaku memang tidak begitu mempersoalkan kehadiran dokter itu. Karena, dokter muda yang tersedia menurutnya sudah cukup memuaskan pihaknya."Hanya saja disaat kita butuh kehadiran dokter yang berwenang, kita harus melaporkan dulu, tidak bisa langsung. Nanti selanjutnya dokter muda yang menghubunginya baru kita bisa ketemu," jelasnya. Namun, Susi beranggapan, jika dokter di RS Pirngadi bisa selalu standby, maka pelayanan yang di dapat bisa lebih maksimal. Sehingga pasien ataupun keluarga pasien, di RS Pirngadi dapat dengan lebih mudah mengakses dokter. Begitupun dengan yang dikatakan keluarga pasien lainnya Abdul Harahap warga asal Padang Lawas. Namun, ia mengaku dokter yang merawat anaknya, kehadirannya cukup lebih sering."Dokter yang merawat anak saya hadirnya seminggu dua kali. Kalau pelayanan lainnya seperti perawat, bisa dibilang cukup memuaskan," ujarnya singkat. Sementara itu, Kassubag Hukum & Humas RSUD dr Pirngadi Edison Perangin-angin saat dikonfirmasi mengakui bahwasanya dokter di RS ini seharusnya melakukan kunjungan ke pasien setiap hari. Namun, sebut Edison, jika dokter tersebut berhalangan hadir, bisa dikuasakan ke asistennya dalam hal ini dokter PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis)."Kalau dokter yang menangani tidak bisa hadir, biasanya mereka tidak dihitung uang visitnya," pungkas Edison. (BS03)